Program Satu Juta Rumah Bisa jadi Percontohan

Penulis: Uud/E-25) Pada: Kamis, 06 Des 2018, 22:30 WIB Ekonomi
Program Satu Juta Rumah Bisa jadi Percontohan

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

MELALUI Program Satu Juta Rumah, pemerintah memberikan berbagai macam fasilitas dan insentif agar kebutuhan rumah bagi masyarakat dapat terpenuhi. Ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan perumahan rakyat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuldjono mengatakan, bahwa sejak diluncurkan pada 29 Maret 2015 di Semarang, pencapaian­ program satu rumah terus menunjukkan peningkatan.

“Pada November lalu, telah tercapai 1.041.323 unit rumah, menembus angka satu juta rumah untuk pertama kalinya,” kata Basuki saat membuka FIABCI Global Business Summit, di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12).

Keberhasilan dari program ini tidak lepas dari dukungan para pengembang dan perbankan yang telah membantu pemerintah dari sisi suplai dan pendanaan. “Capaian ini tidak lepas dari bantuan Anda semua sehingga peran dan dukungan REI (Real Estate Indonesia) ke depan masih sangat dibutuhkan,” ujar Basuki.

Langkah pemerintah yang melibatkan kalangan swasta untuk menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan­ rendah (MBR) bisa menjadi rujukan bagi negara-negara lain yang juga sedang berjuang memenuhi kebutuhan masyarakatnya atas perumahan.

Kisah sukses Indonesia dalam penyediaan rumah yang terjangkau bagi masyarakat tidak lepas dari empat strategi yang dijalankan pemerintah. Pertama ialah menyediakan Program Bantuan Perumahan­ yang terdiri dari pembangunan Rumah Susun Sewa bagi MBR, Rumah Khusus bagi kawasan terpencil, dan Rumah Swadaya.

Kedua ialah bantuan pembiayaan pembangunan perumahan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga, Subsidi Bantuan Uang Muka, pembebasan biaya PPN untuk rumah MBR, serta Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan. Ketiga, mengeluarkan berbagai regulasi dan kebijakan untuk percepatan pembangunan perumahan.

 “Dan terakhir, pemerintah mendorong pengembangan dan penggunaan teknologi terbaru dalam pembangunan perumahan yang lebih efisien, antara lain melalui industrialisasi seperti teknologi precast,” tutur Basuki. (Uud/E-25)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More