WFP Peringati 50 Tahun Kerja Sama dengan Indonesia

Penulis: Micom Pada: Kamis, 06 Des 2018, 18:40 WIB Humaniora
WFP Peringati 50 Tahun Kerja Sama dengan Indonesia

Ist

PROGRAM Pangan Dunia atau World Food Programme (WFP) dan Pemerintah Indonesia merayakan ulang tahun kerja sama yang ke-50 bulan ini. Kedua belah pihak menegaskan adanya kemajuan untuk mencapai zero hunger dan malnutrisi di seluruh Nusantara tanpa meninggalkan siapa pun.

Sejak 1998, WFP telah membantu 15 juta orang di seluruh Indonesia, melalui bantuan makanan langsung, transfer berbasis uang tunai, dan juga logistik. Bantuan ini termasuk untuk masyarakat yang terkena dampak tsunami Samudra Hindia pada 2004, dan yang terakhir di Palu, Sulawesi Tengah.

WFP juga membeli sekitar US$600 juta komoditas makanan di Indonesia untuk didistribusikan sebagai bantuan di negara lain dalam satu dekade terakhir.

"Banyak yang telah berubah selama 50 tahun terakhir: Indonesia saat ini berada di antara 20 ekonomi teratas dunia, kurang dari 10% penduduknya miskin dan prevalensi kurang gizi kurang dari 8%," kata Ronny Prasetyo Yuliantoro, Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangannya, Kamis (6/12).

"Indonesia telah banyak kemajuan yang dicapai, demikian pula kerja samanya dengan WFP. Sejak 1960-an hingga 2015, WFP mendistribusikan makanan untuk keluarga miskin dan yang terkena bencana di Indonesia," kata Anthea Webb, Country Director WFP di Indonesia. 

Ia menambahkan, pada 2016, WFP tidak lagi mendistribusikan makanan, tetapi mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk mencapai ketahanan pangan, perbaikan gizi, dan mempersiapkan diri untuk keadaan darurat.

Dalam rangka memperingati tahun ke-50 Perjanjian Dasar, WFP, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kemenlu RI juga menyelenggarakan dialog kebijakan tingkat tinggi di Jakarta untuk membahas ketahanan pangan Indonesia di masa depan. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More