Pemain Muda Juga Butuh Kompetisi

Penulis: Budi Ernanto Pada: Kamis, 06 Des 2018, 18:11 WIB Sepak Bola
Pemain Muda Juga Butuh Kompetisi

ANTARA

BALI International Football Championship (IFC) U-15 2018 dianggap dapat memberikan pengalaman berharga bagi setiap pemain muda yang ikut serta. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) selaku pihak pemrakarsa ajang tersebut pun diminta untuk bisa menggelar kompetisi tersebut di tahun depan.

Pelatih klub sepak bola Filipina Apuesto Bueno United FC, Aeyh Fabroada, mengatakan, pada dasarnya, Bali IFC merupakan kompetisi yang memang dibutuhkan untuk meningkatkan jam terbang.

“Tanpa adanya kompetisi, pemain binaan Apuesto hanya jalan di tempat. Kami berharap Bali IFC bisa kembali diadakan dan kami kembali diundang,” kata Fabroada kepada Media Indonesia, Kamis (15/12).

Namun, Fabroada mengatakan Bali IFC bukan satu-satunya turnamen internasional yang diikuti oleh Apuesto. Ada beberapa kompetisi di luar Filipina yang telah diikuti, salah satunya pernah diselenggarakan di Korea Selatan. Setidaknya, Apuesto mengikuti kompetisi internasional hingga dua kali dalam setahun.

“Kami juga ikut kompetisi yang ada di dalam negeri dan itu jumlahnya banyak,” imbuh dia.

Baca Juga: Bara FC Berharap Jadwal Semifinal Direvisi

Pelatih klub asal Korea Selatan Busan FC, Jeong Seon Hong, juga mengatakan para pemainnya selalu diikutkan ke berbagai kompetisi. Untuk yang level internasional atau diselenggarakan di luar negeri, frekuensinya bisa dua kali per tahun.

Namun, Seon Hong menuturkan untuk pembinaan usia dini, hal yang harus difokuskan ialah memastikan setiap pemain memahami teknik dasar permainan sepak bola. Secara bertahap dan melalui berbagai pertandingan, pemain diajari teknik bermain.

“Latihan pun sudah terpusat sejak pemain masih kecil,” kata Seon Hong.

Sementara pelatih klub Indonesia Bara FC, Bambang Warsito, mengatakan, meski kompetisi penting, jangan mematok target yang terlalu berat untuk pemain muda. Jika masih di usia sekolah dasar, ada baiknya setiap pemain diajarkan mengenai pemahaman formasi.

“Baru lah di kompetisi yang lebih tinggi lagi mulai belajar strategi bermain yang agak lebih rumit. Tapi, untuk pembinaan usia dini, yang sangat penting, ialah menjaga mental agar tidak cepat menyerah dan terus mau belajar,” ungkap Bambang.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More