Pengiriman BBM ke Nduga Dihentikan Sementara

Penulis: Antara Pada: Kamis, 06 Des 2018, 16:40 WIB Ekonomi
Pengiriman BBM ke Nduga Dihentikan Sementara

ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

MANAJEMEN PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua untuk sementara menghentikan pengiriman BBM ke Kabupaten Nduga karena kondisi keamanan wilayah itu sedang tidak kondusif.

"Sementara ini distribusi kami hentikan, karena saat ini kondisi di sana sedang tidak memungkinkan untuk mengirimkan BBM," ujar General Manager Pertamina MOR VIII, Iin Febrian, di Jayapura, Kamis (6/12).

Baca juga: Penyintas Serangan di Nduga Tiba di Timika

Pendistribusian BBM ke Nduga dilakukan melalui moda transportasi air, yaitu dari Mimika ke Distrik Kenyam melalui jalur sungai.

Ia memastikan Pertamina selalu siap untuk kembali mendistribusikan BBM ke Nduga setelah aparat keamanan menyatakan kondisi di wilayah tersebut telah kondusif.

Di kabupaten tersebut terdapat satu lembaga penyalur (SPBU Mini/APMS) yang merupakan salah satu realisasi program BBM Satu Harga.

"Meski kami memiliki satu APMS, tapi di sana menjadi perhatiankarena melalui APMS ini kami bisa melayani kebutuhan dan program BBM Satu Harga," kata Febrian.

Baca juga: Korban Penembakan Nduga Dievakuasi ke Timika

Pada 2 Desember 2018 terjadi aksi penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kepada para pekerja PT Iskaka Karya di Distrik Yigi.

Aparat gabungan TNI dan Polri di lokasi kejadian menemukan 15 jenazah yang diduga adalah para pekerja PT Iskaka Karya dan delapan di antaranya telah dievakuasi ke Kabupaten Mimika.  (Ant/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More