Menlu Arab Saudi tidak Toleransi Isi Cuitan Dubesnya di Indonesia

Penulis: Fajar Nugraha Pada: Kamis, 06 Des 2018, 12:06 WIB Internasional
Menlu Arab Saudi tidak Toleransi Isi Cuitan Dubesnya di Indonesia

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi berbicara melalui telepon dengan Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir, Selasa (4/12). Twitter Duta Besar Arab Saudi untuk Jakarta menjadi salah satu pembahasan.

Menlu menegaskan Menlu Jubeir merupakan salah satu Menlu yang cukup sering berkomunikasi dengan dirinya. Keduanya berbicara mengenai follow up kunjungan Jubeir di Jakarta beberapa waktu lalu dan memperlihatkan hubungan dengan Arab Saudi dalam kondisi yang baik dan kuat.

“Dan tidak bisa kita hindarkan kita berbicara tentang isi dari Twitter Dubes Saudi yang ada di Jakarta,” ujar Retno, di Nusa Dua, Bali, Rabu (5/12)

“Nah dalam pembicaraan kemarin, Menteri Luar Negeri Arab Saudi menekankan bahwa Arab Saudi tidak memiliki kebijakan dan tidak akan mentolerir intervensi terhadap urusan dalam negeri sebuah negara apalagi kalau itu dilakukan di sebuah negara yg bersahabat dengan Arab Saudi seperti Indonesia,” tegas Menlu Retno.

Baca juga: Muhaimin Berharap Dubes Arab Saudi Minta Maaf

Sebelumnya, setelah mengetahui adanya pernyataan pada media sosial Dubes Arab Saudi Osama al-Suhaibi, Kemlu berkomunikasi dengan Dubes Saudi yang sedang berada di luar negeri.

Karena Dubes di luar negeri, Senin (3/12) siang, Wakil Dubes atau Kuasa Usaha Sementara Saudi di Jakarta secara resmi dipanggil ke Kemenlu.

Kemlu menyesalkan pernyataan dalam sosmed Dubes Saudi.

“Susbtansi pernyataan sosmed Dubes Saudi tidak tepat,” tutur Juru Bicara Kemenlu RI Arrmanatha Nasir, Selasa (4/12).

Arrmanatha menegaskan secara etika penyampaian pernyataan seperti yang ada dalam sosmed Dubes Arab Saudi tidak sesuai dengan prinsip hubungan diplomatik. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More