Penetrasi Masih Kecil, Kominfo Percepat Pembangunan Fixed Broadband

Penulis: Agus Utantoro Pada: Kamis, 06 Des 2018, 11:30 WIB Humaniora
Penetrasi Masih Kecil, Kominfo Percepat Pembangunan Fixed Broadband

Dok Kominfo

DIREKTUR Pengembangan Pita Lebar Ditjen Penyelengaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Benyamin Sura mengakui, hingga saat ini, penetrasi fixed broadband baru mencapai 9,38% terhadap rumah tangga secara nasional.

Benyamin Sura mengemukakan target fixed broadband adalah 71% untuk rumah tangga di perkotaan dan 49% rumah tangga di perdesaan.

"Saat ini masyarakat condong menggunakan mobile daripada fixed," katanya di Yogyakarta, Rabu (5/12).

Diakui untuk melakukan penggelaran jaringan fixed broadband, selain biaya investasinya yang tinggi juga terkendala sejumlah titik yang secara geografis relatif sulit serta daya beli masyarakat yang relatif rendah.

Namun, Benyamin Sura menegaskan merujuk Peraturan Presiden (Perpres) 96 tahun 2014 tentang Rencana Pita Lebar Indonesia 2014-2019  ada sejumlah target yang dicanangkan, termasuk pembangunan infrastruktur  pita lebar (broadband fixed maupun mobile broadband).

"Kondisi demikian ini, tentunya akan menjadi masalah tersendiri," ujarnya.

Baca juga: Perkuat Peran Kebudayaan dalam Pembangunan

Ia menegaskan, saat ini, Direktorat Pengembangan Pita Lebar terus  melakukan upaya percepatan pembangunan fixed broadband agar semua bisa  mudah tercapai.

"Fixed Broadband itu untuk penyedian backbone, backhaul  sampai aksesnya," imbuhnya.

Selain regulasi, lanjutnya, beberapa langkah yang sudah dilakukan  Kemenkominfo dalam percepatan penetrasi fixed broadband' seperti pada 2018 ini telah dilakukan uji coba bantuan layanan penyewaan akses  internet terhadap pelaku usaha lokal selama 5 bulan.

Diharapkan, nanti setelah bantuan tersebut berakhir, masyarakat bisa melanjutkan untuk sustainability secara mandiri.

"Uji coba ini juga akan dievaluasi, sejauh mana dapat membantu peningkatan ekonomi, baik bagi masyarakat maupun para pelaku usaha di masing-masing wilayah," katanya.

Harapannya, pada 2019, program akan terlaksana secara lebih masif.

Sementara, Kasubdit Ekosistem Pita lebar Direktorat Pengembangan Pita lebar Kemenkominfo Dany Suwardany menjelaskan, mengacu pada target Perpres 96 Tahun 2014 tentang Rencana Pita lebar Indonesia, target 'fixed broadband' adalah 71% untuk rumah tangga dan 30% untuk populasi di perkotaan dan 49% untuk rumah tangga dan 6% untuk populasi di perdesaan.

Kondisi capaian penetrasi akses fixed broadband terhadap rumah tangga  dan populasi saat ini, imbuhnya, masih jauh dari target, dimana sesuai data laparan kinerja operasi (LKO) 2017, penetrasi fixed broadband baru mencapai 9.38% terhadap rumah tangga nasional atau sekitar 6.3 juta pelanggan.

Operator, tambah Dany, akan memberikan syarat, berupa jumlah minimal calon pelanggan dan batasan jarak penarikan kabel serat optik (FO) pada saat pemasangan pertama.

Dengan adanya pertimbangan tersebut, lanjutnya, faktor tingkat minat calon pelanggan di wilayah sekitar menjadi kunci.

"Melihat kondisi rendahnya capaian penetrasi fixed broadband tersebut, maka diperlukan suatu intervensi baik secara regulasi maupun pembiayaan dari pemerintah untuk meningkatkan penetrasi dan pemerataan akses tetap pita lebar  atau fixed broadband," tegasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More