Siasat Berkendara di Musim Hujan

Penulis: Nurtjahyadi Pada: Kamis, 06 Des 2018, 06:15 WIB Otomotif
Siasat Berkendara  di Musim Hujan

Antara

MENGHADAPI musim hujan, para pengendara dituntut kewaspadaan dan kesiapan menyiasati berbagai masalah yang timbul. Kendala tersebut mulai kemacetan, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Sebagai pengendara yang bijak, sebaiknya mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi musim hujan. Langkah awal, yaitu memeriksa kondisi wiper berfungsi dengan sempurna. Pasalnya, perangkat inilah yang membantu visibilitas saat hujan tercurah dari langit.
Bila sapuan wiper sudah tidak sempurna, sebaiknya segera diganti. Dengan visibilitas yang baik, pengemudi lebih mudah mengantisipasi kondisi di depan kendaraannya.

Menurut National Sales Manager Bosch­ Automotive Aftermarket Griselda Iwandi, komponen itu harus rajin-rajin diperiksa karena terkait dengan unsur keselamatan berkendara. Wiper juga memiliki usia pakai sehingga perlu diganti secara teratur, setidaknya setiap enam bulan sekali.

Saat menemui genangan air, PT Mitsubishi Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyarankan pengemudi tetap waspada dan jangan sekali-kali meremehkan genangan air yang akan dilalui. Mempersiapkan kendaraan agar fit dan bisa diandalkan saja tidak cukup. Pengemudi dituntut memahami beberapa jurus jitu saat menerobos genangan air.

Pengemudi mesti mengenali terlebih dahulu kondisi mobil dan memperkirakan kedalaman genangan air. Beruntunglah para pengendara sport utility vehicle seperti Pajero Sport karena memiliki ground clearance yang cukup tinggi. Meskipun demikian, pengendara tetap disarankan mencari jalan lain, kecuali kondisi memaksa.

Terpenting, pengendara mengetahui letak saluran isap udara yang menuju ke bagian intake manifold. Untuk mengetahuinya cukup mudah, yaitu memperhatikan jalur yang terhubung dengan filter udara mesin dan memastikan ketinggian air tidak sampai menjangkau komponen ini.

Jalankan kendaraan pada kecepat­an secara konstan saat mengarungi genangan air yang cukup dalam. Jangan memainkan pedal gas atau kopling untuk menghindari timbulnya riak dan gelombang air yang dapat menyentuh filter udara.

Jika filter udara terendam, dikhawatirkan air terisap dan menyebabkan water hammer. Water hammer merupakan kondisi air masuk ke silinder mesin dan ikut terkompresi piston yang mengakibatkan kerusakan mesin sangat parah.

Bila terpaksa menerobos dan ketinggian air melebihi batas aman sehingga menyebabkan mobil mogok, MMKSI menyarankan pengemudi tidak mencoba menghidupkan mesin. Jika ini dilanggar, ada kekhawatiran menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

Seusai melewati genangan air, sebaik­nya pastikan kondisi rem tetap optimal dengan menjalankan kendaraan dengan kecepatan rendah, sekitar 5 km/jam. Injak pedal rem berkali-kali hingga performanya kembali normal. Seusai melintasi banjir bukan berarti masalah selesai, segera periksa kendaraan di bengkel resmi untuk mengantisipasi kondisi tidak diinginkan di kemudian hari.

Lampu utama
Untuk mempersiapkan kendaraan menghadapi musim hujan, General Motor (GM) Indonesia, selaku agen pemegang merek Chevrolet, memberikan kiat yang perlu diketahui setiap pengendara. Dalam kondisi hujan deras, sebaiknya nyalakan lampu utama untuk membantu penglihatan pengendara dan pengemudi lain. Chevrolet tidak menyarankan penggunaan lampu hazard kecuali saat berhenti dalam keadaan darurat.

Pastikan tekanan angin ban dan ketebalan kembangan ban. Tekanan yang terlalu keras akan mengurangi daya cengkeram terhadap permukaan jalan. Sebaliknya, tekanan ban mobil yang kurang menyebabkan mobil lebih mudah kehilangan kendali di jalan basah. Pada kondisi hujan, hindari penggunaan cruise control.

Kurangi kecepatan saat melewati genangan air untuk menghindari aquaplaning, yaitu ban mengambang akibat genangan tersebut. Pengendara dapat menyadari aquaplaning ketika kemudi tiba-tiba terasa ringan dan kendaraan tidak merespons gerakan kemudi.

Gejala lain, yaitu putaran mesin (RPM) naik-turun secara tiba-tiba tanpa peningkatan kecepatan. Hal ini biasanya disertai dengan perasaan kendaraan berkedut (ketika ban sejenak kehilangan pegangan, sebelum mendapatkan kembali kendalinya). Ini merupakan tanda bahwa kendaraan mulai mengalami aquaplane.

Ketika aquaplaning terjadi, turunkan kecepatan tanpa melakukan pengerem­an dengan mengurangi tekanan pedal gas secara bertahap sampai ban kembali mencengkeram jalan. Jika kendaraan mulai tergelincir, jaga kemudi ke arah yang dituju sampai mobil tersebut kembali berjalan lurus.

Hindari melintasi jalan banjir lebih dari setengah ban mobil. Jika terpaksa harus melalui jalan yang tergenang, arahkan kendaraan ke bagian tertinggi jalan. Gunakan gigi rendah dan kecepatan konstan. Jangan angkat kaki dari pedal gas. Mesin yang melambat dapat membiarkan air masuk melalui pipa knalpot dan merusak catalytic converter. (Dari berbagai sumber/S-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More