Tantangan Mengedukasi Pasar

Penulis: (Des/M-1) Pada: Kamis, 06 Des 2018, 04:00 WIB Humaniora
Tantangan Mengedukasi Pasar

MI/SUMARYANTO

BERASAL dari bahasa Sans­kerta Aruna yang berarti matahari, tampaklah jika Iruna Elogistics merupakan harapan besar dari para pendirinya. Harapan sebagai solusi logistik di dunia e-commerce memang tidak terlalu muluk jika melihat latar belekang sosok-sosok motor itu.

Yan Hendry Jauwena, CEO sekaligus salah satu pendiri Iruna ialah mantan CEO PT Pos Logistik Indonesia. Bersama Juan Tanri, Hendry mendirikan Iruna degan tim yang hanya berkekuatan tujuh orang.

Meski mungil, mereka mampu menjadi pionir bidang e-logistic dan bahkan memberi inpirasi untuk tumbuhnya usaha sejenis.

Hendry mengungkapkan, tantangan terberat di awal usaha mereka ialah mengedukasi pasar. Maklum belum adanya usaha sejenis di Indonesia membuat mereka harus lebih dahulu me­ngenalkan pentingnya sektor tersebut, sebelum bisa melakukan marketing.

“Kalau dibuat sederhananya, tantangan kita diawal adalah mengedukasi pasarnya. Itu sangat sulit dan sangat mahal, sangat mahalnya karena gini, sementara bisnisnya belum mulai bisa menghasilkan, sementara biayanya sudah jalan tetapi bisnisnya belum mulai masuk kan gitu,” tutur pria berusia 37 tahun itu.

Dengan kegigihan dan juga dukungan investor, proses awal itu pun dapat dilalui dengan cukup baik. Hasilnya, kini semakin banyak usaha kecil maupun menengah menggunakan jasa mereka.

“Bahkan, sudah ada perusahaan kosmetik dari Amerika yang menggunakan jasa Iruna. Tapi tidak bisa saya sebutkan namanya,” tukas ayah dua anak itu. Dengan kepercayaan perusahaan luar negeri itu, Hendry yakin, ke depan pasar Iruna akan semakin luas. (Des/M-1)

 

VIDEO TERKAIT:

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More