Sinta Nuriyah Wahid Predikat Ibu Bangsa Melecutnya

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Kamis, 06 Des 2018, 00:00 WIB Hiburan
Sinta Nuriyah Wahid Predikat Ibu Bangsa Melecutnya

MI/BRONTO

DI usianya yang tidak lagi muda, Sinta Nuriyah Wahid, 70, atau istri Presiden Ke-4 Republik Indonesia, tidak pernah lelah merawat keberagaman. Bahkan, perempuan kelahiran Jombang 8 Maret 1948 itu baru saja menerima penghargaan sebagai Ibu Bangsa dari Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Penghargaan tersebut ia terima dalam Seminar Peringatan Hari Ibu ke-90 di Jakarta, kemarin. "Tanpa terduga saya mendapatkan penghargaan begitu tinggi dan istimewa. Saya diberi predikat sebagai ibu bangsa," ujarnya setelah menerima penghargaan.

Sulung dari 18 bersaudara tersebut menuturkan, penghargaan itu  baginya merupakan beban sekaligus amanah dan cambuk yang akan melecut semangat perjuangannya demi keutuhan bangsa dan negara.

Perempuan yang konsisten menyuarakan hak asasi manusia, pemberdayaan perempuan, dan kebebasan beragama itu juga mengatakan, menjaga persatuan dan keutuhan bangsa ialah pilar utama tegaknya sebuah negara. Karena itu, bersama yayasan yang didirikannya ia senantiasa melakukan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyrakat dari berbagai unsur, terutama kaum marginal, duafa, dan perwakilan setiap agama yang ada di Indonesia.

Kegiatan yang dilakukan, terang Sinta, hanya hal-hal sederhana, antara lain sahur dan berbuka puasa bersama. Akan tetapi, ia yakin kebersamaan seperti itu bisa memupuk rasa saling menghargai dan menghormati.

"Dengan mengajak semua komponen agama di Indonesia, berasal dari suku apa pun, tujuannya mengekspresikan kebersamaan kita," jelasnya.

Ia pun berharap masyarakat Indonesia tidak lupa tentang rasa tolong-menolong dan rasa saling menyayangi di antara sesama. "Kita adalah satu, bagaimanapun. Sekalipun terdiri dari berbagai suku, bangsa, agama, dan budaya," ucapnya.

Perempuan berpengaruh
Atas upayanya selama 19 tahun merawat keberagaman dan menjaga persatuan, Sinta masuk dalam 100 orang paling berpengaruh di dunia versi majalah Times.

Ia bersyukur pada momen peringatan Hari Ibu, diberikan penghargaan sebagai Ibu Bangsa. "Saya mohon doa restu agar bisa meneruskan perjuangan ini," kata perempuan yang tumbuh di lingkungan pesantren tersebut.

Menurut Sinta, ibu bangsa bukan satu atau dua tokoh. Semua perempuan bisa disebut ibu bangsa, mengingat peran mereka sangat besar dalam melahirkan dan membesarkan generasi penerus.

"Anugerah ini adalah untuk kita semua. Kita semua ibu bangsa, yang menjaga. Semoga bisa jadi obor yang bisa membakar semangat kita dalam merawat, menjaga, merajut keutuhan bangsa dan negara sehingga jadi selendang indah di seluruh penjuru Tanah Air," pungkasnya. (H-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More