Kongres Kebudayaan Menjadi Perayaan Bagi Semua

Penulis: Syarief Oebaidillah Pada: Rabu, 05 Des 2018, 18:45 WIB Humaniora
Kongres Kebudayaan Menjadi Perayaan Bagi Semua

MI/PANCA SYURKANI

TERBITNYA Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan menjadi tonggak sejarah sehingga pendidikan dan kebudayaan menjadi kesatuan utuh. Karena itu, kebudayaan dapat dirasakan pula di sekolah-sekolah dan di lingkungan masyarakat.

“Sebab itu, Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 ini mesti menjadi perayaan bagi semua pihak yang menegaskan bahwa kebudayaan sudah punya dasar hukum yang kuat, yang bisa menjadi tonggak dan panduan bagi semuanya,” kata Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi mewakili Mendikbud Muhadjir Effendy saat pidato pembukaan KKI 2018 di Kemendikbud Jakarta, Rabu (5/12).

Baca juga: Optimisme PLTN Terbentur Politik

Dengan begitu, lanjut Didik, kebudayaan Indonesia menunjukkan jati dirinya lebih kuat lagi. Dengan strategi kebudayaan, anak cucu kita dapat dibentengi dari pengaruh asing, sehingga kebudayaan kita masih seperti kebudayaan Indonesia asli yang selama ini kita kenal.

Didik mengutarakan sebagai wujud perhatian pemerintah, mulai tahun 2019 Kemendikbud menganggarkan dana khusus untuk sanggar dan alat musik tradisional untuk sekolah-sekolah. Menurutnya, nantinya akan ada banyak kegiatan budaya dan seni yang bisa dimasukkan ke dalam sekolah.

“Untuk itu, pemerintah mendukung penuh dengan menganggarkan dana alokasi khusus untuk pemajuan kebudayaan,” pungkasnya. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More