Hujan dan Tanggul Jebol Sulitkan Banjir Surut

Penulis: Akhmad Safuan Pada: Rabu, 05 Des 2018, 17:30 WIB Nusantara
Hujan dan Tanggul Jebol Sulitkan Banjir Surut

MI/Akhmad Safuan

CUACA mendung dan hujan kembali menyelimuti pantura, banjir masih merendam sebagian kota Semarang bawah, tanggul di Demak jebol hingga mengakibatkan ratusan hektare sawah terendam dan terancam gagal panen.

Penantauan Media Indonesia, Rabu (5/12), hingga hari ketiga banjir masih merendam sebagian Kota Semarang bawah. Selain jalan protokol dan perkampungan dan sekolah, banjir dengan ketinggian 20-50 centimeter mengakibatkan aktivitas warga terganggu katena jalan yang macet dan kendaraan mogok.

Upaya pengeringan jalur pantura Semarang-Demak terus dilakukan dengan menambah pompa air kapasitas 2.000 liter per detik. Namun mendung gelap dan mulai kembali turun hujan membuat upaya mengalirkan air ke sungai dan saluran air tidak dapat berjalan lancar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah Lukito mengatakan upaya pengeringan jalur pantura yang merupakan urat nadi perekonomian terus dilakukan. Sendimentasi sungai yang cukup tinggi menjadikannya tidak mampu menampung volume air saat hujan dan rob.

"Kami berharap nornalisasi sungai Sringin, Tenggang dan Banjir Kanal Timur dapat sekesai tepat waktu, sehingga banjir di Jaligawe dan Genuk tidak lagi terjadi," katanya.

 

Baca juga: 3.400 Lebih Rumah di Cilacap Terendam Banjir

 

Sementara itu banjir juga melanda Kabupaten Demak. Tanggul sungai lama jebol di Desa Waru, Kecamatan Sayung, Demak mengakibatkan ratusan hektare sawah dengan sebagian merupakan budidaya bawang merah dan jagung terendam dengan ketinggian air mencapai 75-100 centimeter.

Ancaman gagal panen tidak terhindarkan karena bawang merah yang baru berusia satu setengah bulan tersebut rusak dan membusuk. 

"Harapan untuk dapat panen sangat tipis, karena tanaman terendam vanjir," kata Parno, 45, petani bawang di Desa Waru, Kecamatan Sayung, Demak.

Kepala Desa Waru Arifin mengatakan Jebolnya tanggul sungai lama yang merupakan anak Sungai Dombo mengakibatkan rarusan hektare sawah terendam, air dengan cepat langsung menerjang sawah yang nerupakan harapan para petani di sini, apalagi pendangkalan sunfai cukup tinggi.

"Kami sebelumnya telah minta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk mengeruk sedimen di sungai lama, namun sampai hari ini permintaan tersebut belum dilakukan hingga terjadi banjir," kata Arifin. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Debat perdana Pilpres 2019 menjadi ajang untuk menunjukkan impresi para kandidat Pasangan Calon Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda siapa yang unggul di debat perdana ini?





Berita Populer

Read More