Kemenlu Panggil Dubes Arab Saudi Terkait Cuitan

Penulis: Marcheilla Ariesta Pada: Selasa, 04 Des 2018, 06:11 WIB Internasional
Kemenlu Panggil Dubes Arab Saudi Terkait Cuitan

MI/PIUS ERLANGGA
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama Muhammad al-Shuaibi (tengah)

JURU Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan Kemenlu memanggil perwakilan Kedutaan Besar Arab Saudi terkait pernyataan Duta Besar Osama Muhammad al-Shuaibi di Twitter. Kemenlu telah mengetahui cuitan tersebut sejak kemarin.

"Kami tahu ada pernyataan di Twitter kemarin. Dan kemarin Kemenlu langsung berkomunikasi dengan Dubes Arab Saudi. Namun, yang bersangkutan ada di luar negeri," kata Arrmanatha, Senin (3/12).

Arrmanatha menuturkan kuasa usaha Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta datang memenuhi panggilan Kemenlu. Lewat panggilan tersebut, Kemenlu menyampaikan kekecewaan atas cuitan sang Duta Besar.

"Tujuan kita memanggil perwakilan Kedubes Arab Saudi adalah untuk menyampaikan kita sangat menyesal dan kecewa dengan yang disampaikan Dubes Arab Saudi," tuturnya.

"Kita juga sebutkan substansi dan etika berpendapat tidak benar dalam kasus ini," imbuh Arrmanatha.

Baca juga: PBNU Desak Dubes Saudi Dipulangkan karena Campuri Politik Indonesia

Duta besar negara sahabat yang bertempat di suatu negara tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri tersebut. Banyak pihak menilai pernyataan Dubes Osama sangat mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.

Dalam tulisan Arab, Osamah mengatakan Reuni Akbar 212 sebagai protes umat Islam Indonesia atas pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid.

"Aksi jutaan umat Islam sebagai reaksi atas pembakaran bendera tauhid oleh 'organisasi menyimpang atau sesat' beberapa bulan yang lalu. Acara tersebut dihadiri Gubernur DKI Anis Baswedan, juga dihadiri calon Presiden RI Jenderal Prabowo Subianto serta Wakil Ketua DPR Fadli Zon," demikian terjemahan cuitan sang Dubes.

Padahal, di bawah tulisan itu dia mengimbau warga Arab Saudi di Jakarta agar tidak melewati jalur sekitar Monumen Nasional karena jalanan yang padat.

Tidak hanya Kemenlu, Gerakan Pemuda Anshor dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga memprotes pernyataan tersebut. Bahkan PBNU mengimbau agar sang duta besar diusir dari Indonesia. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More