Indonesia Bawa Contoh Baik Mitigasi dan Adaptasi Iklim di COP 24

Penulis: Micom Pada: Senin, 03 Des 2018, 11:13 WIB Media LHK
Indonesia Bawa Contoh Baik Mitigasi dan Adaptasi Iklim di COP 24

Dok. KLHK

KONFERENSI Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa atau biasa dikenal COP 24 United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) kembali digelar di Katowice, Polandia, mulai 2-14 Desember 2018. Sidang tersebut sedianya akan diikuti oleh 197 perwakilan negara.

Indonesia pun bersiap melakukan perundingan atas perubahan iklim sekaligus penanganannya dengan mengirimkan sekitar 450 delegasi yang berpengalaman di bidang masing-masing. Sebanyak 80 orang di antaranya berlaku sebagai negosiator, sementara lainnya melakukan soft diplomacy melalui side event, khususnya di Paviliun Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan kedatangan Delegasi Republik Indonesia (Delri) sangat penting guna mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca (grk) di Tanah Air. Pun membahas program adaptasi perubahan iklim yang disebutkan dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) sebagai produk dari Paris Agreement.

"Tentunya penting, karena COP 24 ini akan membahas rules book dari Paris Agreement, dengan kata lain modalitas, prosedur, dan guidelines (panduan) melaksanakan NDC (Nationally Determined Contribution) akan dibahas di COP ini," kata Menteri Siti.

Susunan tim negosiasi Delri merupakan perwakilan kementerian, lembaga, LSM, juga peneliti yang telah dibekali kertas posisi. Menteri Siti menegaskan kertas posisi yang telah dibahas berulang kali itu harus menkjadi patokan Delri bukan hanya pada meja negosiasi tetapi juga event lain, seperti mandated event, side event, juga paralel event.

Kertas posisi, lanjut Penasehat Senior Menteri LHK Bidang Perubahan Iklim, Nur Masripatin, mencerminkan rencana aksi berbagai kementerian serta agenda nonstate actor, termasuk pemerintah daerah, LSM, swasta, masyarakat adat, juga akademisi.

Sebanyak 19 agenda akan dibahas dalam COP 24 dan dibagi menjadi dua agenda besar, yakni Agenda Paris Agreement Work Programme (PAWP) dan Agenda NonParis Agreement Work Programme (Non PAWP). PAWP fokus pada delapan agenda seperti NDC, Adaptation Communication, Transparancy Framework for Action and Support, dan Climate Finance atau Adaptation Fund.

"Sedangkan NonPAWP terdiri dari 11 agenda mencakup Mitigation, Adaptation, Transparancy, Finance, Technology, Capacity Building, Respons Measure, Agriculture, Gender and Climate Change, Research and Systematic Observation/RSO, Local Community and Indigenous People Plateform," ujar Nur Masripatin yang merupakan National Focal Point (NFP) untuk UNFCCC.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK selaku penanggung jawab Paviliun Indonesia, Agus Justianto, menginformasikan tiga topik utama yang akan dipresentasikan di Paviliun Indonesia dalam 56 sesi, terdiri dari NDC Framework: Past, Present and Future, Climate Action and SDG's on The Ground, serta Accelerating Climate Action Through Innovation.

"Kami telah mempersiapkan berbagai best practices menyangkut program mitigasi dan adaptasi di berbagai sektor. Selain itu pada paviliun, kami juga akan menampilkan budaya asli Indonesia termasuk tarian, nyanyian dan makanan tradisional," tuturnya.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, Ruandha A Sugardiman, menerangkan, KLHK telah mendemonstrasikan 1.981 kampung iklim di seluruh Indonesia. Pun melakukan kerja sama dengan berbagai provinsi untuk memulai, merencanakan, dan menerapkan NDC.

"Kami juga telah menyusun sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV), serta mengembangkan Sistem Registri Nasional (SRN), dan inventarisasi GRK nasional," pungkas Ruandha.

Dalam COP 24 Katowice, Menteri Siti direncakan akan menghadiri undangan beberapa negara di Eropa. Selain membawa isu hutan dan sawit, Menteri Siti juga akan menbawa isu lingkungan lainnya termasuk sirkular ekonomi.(RO/OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More