Ledakan Granat Guncang Konsulat AS di Meksiko

Penulis: Willy Haryono Pada: Minggu, 02 Des 2018, 20:15 WIB Otomotif
Ledakan Granat Guncang Konsulat AS di Meksiko

Petugas keamanan bersiaga di depan Konsulat AS di Guadalajara, Meksiko. (Foto: AFP)

SEJUMLAH granat meledak di area sekitar Konsulat Amerika Serikat di kota Guadalajara, Meksiko, Sabtu (1/12) waktu setempat. Serangkaian ledakan itu terjadi menjelang kedatangan Wakil Presiden AS Mike Pence dan putri dari Presiden Donald Trump, Ivanka.

Pence dan Ivanka bertolak menuju Mexico City untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden baru Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador.

Seperti dilaporkan kantor berita Fox News, dua granat diketahui dilemparkan orang tak dikenal ke arah Konsulat AS di Guadalajara pada Jumat (30/11) malam. Pihak konsulat mengonfirmasi adanya insiden keamanan.

"Tidak ada orang yang terluka dalam insiden. Saat kejadian, konsulat dalam keadaan ditutup," ucap pihak Konsulat AS di Guadalajara.

Seorang mantan agen Badan Penegakan Narkotika AS atau DEA, Derek Maltz, mengatakan kepada Fox News mengenai adanya 'informasi' yang belum terkonfirmasi" pekan lalu.

Informasi itu berbunyi bahwa kartel Jalisco New Generation (CJNG) mengancam meledakkan bom di kedutaan besar atau konsulat AS di Meksiko.

Sementara itu, Andres Manuel Lopez Obrador resmi dilantik sebagai presiden di gedung parlemen di Mexico City. Ia adalah tokoh sayap kiri pertama yang menjadi presiden Meksiko dalam tujuh dekade.

Mantan Wali Kota Mexico City itu bertekad memberantas korupsi dan melakukan transformasi menyeluruh demi kaum miskin dan terpinggirkan di Meksiko. Pria berusia 65 tahun itu, akrab disapa Amlo, menang besar dalam pemilihan umum presiden pada Juli lalu. (Medcom/OL-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More