Jangan Berhenti Pada Hercules

Penulis: Mathias S Brahmana Wartawan Media Indonesia Pada: Senin, 03 Des 2018, 06:00 WIB Opini
Jangan Berhenti Pada Hercules

PULUHAN karangan bunga berdatangan ke Polres Jakarta Barat minggu lalu. Pengirimnya mengatasnamakan warga, pelaku usaha, dan lembaga yang bermukim di wilayah hukum Jakarta Barat.

Melalui papan bunga itu, warga mengapresiasi Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu yang berani  menegakkan hukum atas tindak pidana premanisme.

Salah satu papan bunga mewakili Warga Pegadungan mengucapkan: Terimakasih Pak Kapolres Jakbar yang telah melakukan penangkapan preman di wilayah Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Jakarta Barat pun ikut bersuara dengan mengirimkan papan bunga kebahagiaan.

Ucapan melalui papan bunga itu menggambarkan masyarakat sudah lelah terhadap aksi premanisme yang hadir bagai kutu penghisap darah.
 
Masyarakat bergairah mengirimkan papan bunga  terkait dengan penangkapan 25 orang yang menguasai lahan bersertifikat di Kalideres, Jakarta Barat, pada 6 November 2018.

Salah satu yang ditangkap bernama Hercules Rosario Marshal. Kasat Reskrim AKBP Edy Suranta Sitepu menyatakan Hercules diduga menjadi otak penggerak untuk menguasai lahan dan memeras penghuni ruko milik PT Nila Alam di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

Bersama dengan Hercules, polisi juga menetapkan Handi Musyawan, sebagai tersangka pemberi kuasa. Keduanya  ditahan.

Warga lantas menyemangati polisi karena merasa sependeritaan dengan PT Nila Alam. Warga sering di pihak yang kalah. Betapa tidak, premanisme membawa nama pejabat, kekuasaan, dan partai, sehingga tidak berkutik.

Reaksi Calon Wakil Presiden No 02 Sandiaga Uno menyiratkan posisi Hercules, salah satu yang ditangkap, memang disegani. "Pak Prabowo dan saya banyak teman. Pak Hercules juga waktu saya mau berangkat ke Malang, 3 minggu yang lalu, ketemu di airport, kami berpelukan, ada fotonya malah," kata Sandiaga di Jakarta, Kamis (22/11/2018). Meski berteman dengan Hercules, Sandi setuju hukum ditegakkan.

Sebaliknya suara masyarakat melalui papan bunga menginginkan polisi tidak berhenti pada kelompok Hercules.

Warga menyemangati supaya menindak juga preman yang mengganggu keamanan masyarakat.

Salah satu kasus yang viral akhir-akhir ini ialah penutupan paksa akses keluar masuk permukiman warga Gang Tunas III di RT 003 RW 005 Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, oleh sekelompok orang berseragam ormas.

Warga yang tinggal di dalam kawasan tersebut berjumlah puluhan kepala keluarga. Aktifitas mereka seketika terpenjara karena tidak bisa lagi keluar masuk.

Warga mendapatkan sedikit kelonggaran setelah Ombudsman menyurati Kapolda Metro Jaya agar membebaskan warga dari upaya perampasan kemerdekaan.

Kini, akses jalan sudah dibuka namun pintu gerbang besi yang dipasang masih berdiri kokoh dan sewaktu-waktu dapat digembok kembali.   

Keresahan warga atas tindak premanisme, bukan hanya pada sektor penguasaan lahan tapi juga pengenaan retribusi dalam kegiatan ekonomi.

Jika ingin aman, pelaku usaha dipaksa membayar uang jago. Pedagang harus mengeluarkan iuran harian dengan alasan uang kebersihan, uang keamanan, uang organisasi, dan uang macam-macam.

Biaya tinggi bagi pelaku usaha terjadi karena kelompok-kelompok preman didukung  kekuasaan. Bahkan kekuasan terkadang mendukung premanisme memungut retribusi dengan menerbitkan peraturan daerah.

Dampaknya menambah beban pelaku ekonomi. Beban berat itulah yang melandasi masyarakat mengirimkan papan bunga. Berharap polisi membebaskan mereka dari kutu premanisme.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More