Belum Semua Cabang Siap

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Sabtu, 01 Des 2018, 00:15 WIB Olahraga
   Belum Semua Cabang Siap

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

BELUM semua peralatan bekas Asian Games 2018 dihibahkan. Pasalnya, dari 41 cabor yang mengajukan permohonan hibah, baru 31 cabor yang telah menandatanga­ni berita acara serah terima operasional aset.

Sementara itu, 10 sisanya masih menunggu kabar dari cabang yang bersangkutan. Menurut penuturan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto, dari 10 cabor tersebut, baru tiga yang merespons positif.

“Tadi, ISSI sudah kirim surat, kemarin saya memang langsung berbicara kepada Okto (Ketua Umum ISSI, Raja Okto Saptahari) dan sudah dikirim. Kalau PSSI sesungguhnya sudah kirim surat dari awal November, cuma surat tersebut tidak disertai dengan pernyataan bermeterai. Kalau yang lain kan ada, karena kesanggupan itu kan menjadi syarat bahwa mereka menyatakan sanggup memelihara peralatan, mengeluarkan dari gudang, dan memanfaatkannya,” ujar Gatot,   Jumat (30/11).

“Kemudian kemarin juga saya sudah menelepon Fede­rasi Hoki Indonesia, katanya hari ini juga akan kirim surat. Yang lain belum saya cek ke anak buah saya karena baru tiga itu yang langsung berhubungan dengan saya.”

Gatot mengatakan, jika cabor tak juga memberikan kabar hingga Sabtu (1/12), peralatan tersebut akan diberikan pada pihak-pihak yang lain. Pasalnya, jika tidak dihibahkan, akan berisiko menjadi temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Gatot mengaku  akan meng­evaluasi peralatan eks Asian Games tahun depan. Barang-barang yang tersisa akan digudangkan Kemenpora.

Sekretaris Jenderal Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Eris Herryanto, mengatakan, total Rp278 miliar telah diberikan kepada cabor dengan total 646 jenis barang. Menurut Eris, cabor yang paling banyak menerima barang ialah senam dan atletik.
“Kontainer terbanyak itu senam ada sekitar 30 lebih dengan total Rp24,2 miliar. Atletik memang barangnya enggak sebanyak senam, tetapi dia nilainya paling besar, yaitu Rp24,6 miliar,” jelas Eris.

Sekjen PB WI, Ngatino, meng­ungkapkan, nilai peralat­an pasca-Asian Games yang diterima hampir mencapai Rp10 miliar.

Tingkatkan prestasi
Kontingen ice skating Indonesia membidik prestasi yang lebih tinggi di SEA Games Manila 2019. Satu emas dan satu perak dari kategori putra dan putri menjadi bidikan Federasi Ice Skating Indonesia (FISI) dari disiplin shot track menyusul pencapaian mereka di SEA Games Kuala Lumpur 2017.

“Target realistis kami adalah meraih emas di 500 meter putra dari Stafanus Wihardja karena waktu di Malaysia dia sudah dapatkan perak sehingga kami harapkan bisa meningkatkan prestasi dan saat-saat ini adalah era keemasannya dia. Kalau di putri yang beregu itu yang kita andalkan dari yang semula perunggu menjadi perak,” ujar Fitra di sela-sela acara konferensi pers Asian Open Short Track Speed Skating Trophy 2018 di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Jumat (30/11).

Fitra menambahkan, saat ini di Manila terdapat pengurangan nomor pertandingan.  (R-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More