Ice Skating Bidik Satu Emas dan Satu Perak di SEA Games Manila

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Jumat, 30 Nov 2018, 19:15 WIB Olahraga
Ice Skating Bidik Satu Emas dan Satu Perak di SEA Games Manila

Antara

KONTINGEN ice skating Indonesia menginginkan prestasi yang lebih tinggi di multiajang SEA Games yang berlangsung di Manila, Filipina pada tahun depan. Satu emas dan satu perak dari kategori putra dan putri menjadi bidikan Federasi ICe Skating Indonesia (FISI) dari disiplin short track menyusul pencapaian mereka di SEA Games Kuala Lumpur, Malaysia, 2017 lalu.

Kala itu, atlet Merah Putih berhasi membawa pulang satu perak dari nomor 500 meter putra dan 1 perunggu dari estafet beregu putri. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi FISI, Fitra Tara Mizar mengaku optimistis atlet-atlet binaannya dapat mencapai prestasi yang lebih baik.

"Target realistis kami adalah meraih emas di 500 meter putra dari Stafanus Wihardja karena waktu di Malaysia dia sudah dapatkan perak sehingga kami harapkan bisa meningkatkan prestasi, dan saat-saat ini adalah era keemasannya dia. Kalau di putri yang beregu itu yang kita andalkan dari yang semula perunggu menjadi perak," ujar Fitra di sela-sela acara konferensi pers ASian Open Short Track Speed Skating Trophy 2018 di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Jumat (30/11).

Fitra menambahkan, di Manila terdapat pengurangan nomor pertandingan jika dibandingkan dengan SEA Games sebelumnya. Ketika di Kuala Lumpur terdapat 8 nomor yang dipertandingkan, di Manila baru diputuskan 6 nomor, yaitu 500 meter putra-putri, 1.000 meter putra-putri, dan 1.500 meter putra-putri.

"Kalau yang 1.500 meter memang masih bargaining, negara-negara peserta masih mencoba melobi kalau bisa jangan 1.500, tetapi beregu saja, karena peluang kita di beregu itu. Makanya, kita berharap beregu ada cuma dari tuan rumah memang belum fixed antara beregu sama 1.500 meter. Selain itu, lawan terberat kami masih sama Malaysia dan Thailand di nomor short track, kalau Filipina mereka andalan di figure skating," tambahnya.

Fitra menjelaskan menuju ke Manila di akhir 2019, pihaknya sudah mengagendakan serangkaian turnamen uji coba yang akan diikuti di sepanjang tahun. Para ice-skater Merah Putih akan mengikuti Asian Skating Union Series yang terdiri dari empat seri. Kompetisi itu  berlangsung di Tiongkok, Korea Selatan, Taipei, dan Jepang sejak Februari hingga Juni.

Selain ajang uji coba, seri tersebut juga menjadi ajang pengumpulan poin Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing. Namun, untuk dapat mengikutinya, para atlet Indonesia harus lebih dulu berkompetisi dalam ajang Asian Open Short Track Speed Skating Trophy 2018 yang berlangsung di Oasis Centre Arena, AEON Mall, Jakarta, pada 1-2 Desember.

"Ini salah satu kualifikasi di sirkuit Asia selanjutnya sehingga harus ada limit waktu yang dipenuhi, misalnya 500 meter putra kalau enggak masuk 46 detik akan bisa ikut level itu. Begitu juga putri kalau catatan waktunya enggak masuk 50 detik itu enggak bisa ikut di sirkuit Asia tersebut," jelas Fitra.

Untuk seri tersebut, FISI sudah menargetkan beberapa atlet yang ikut.  "Kalau di putra ada Stefanus dan Yohannes, sementara putri ada empat yang kemarin ikut estafet di SEA Games 2017, yaitu Ratu Afifah Nur Indah, Alyssa Thirza Putri, Rahmah Osya, dan Gita Widya Yunika," pungkasnya. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More