Indonesia Siap Gunakan Biodiesel

Penulis: (Cdx/S-4) Pada: Kamis, 29 Nov 2018, 09:30 WIB Otomotif
Indonesia Siap Gunakan Biodiesel

ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

PERATURAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 41 Tahun 2018 mewajibkan badan usaha penyedia bahan bakar minyak (BBM) untuk mencampur BBM dengan minyak nabati. Jika tidak menaati aturan yang diberlakukan per 1 September, pemerintah memberikan sanksi administratif berupa denda Rp6.000/liter dan pencabutan izin usaha.

Topik itu mengusik Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) sehingga menggelar kegiatan bertajuk Diskusi Pintar Roadmap Kebijakan Biodiesel di Indonesia. Berbagai narasumber diundang untuk membahas kesiapan dan dampak penggunaan bahan bakar nabati di Indonesia.

Direktur Alat Transportasi Maritim dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika dalam kesempatan itu menyatakan, Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan bahan bakar jenis B20. "Di luar negeri mentok itu sampai B7 saja. Hal ini karena kita memiliki minyak sawit (crude palm oil atau CPO) yang melimpah sehingga harus dimanfaatkan," ujar Putu Juli Ardika.

Dari pabrikan otomotif, hadir Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia Ernando Demily. "Sebagian mesin Isuzu menggunakan common rail yang siap menggunakan B20 dalam menyongsong implementasi standar emisi Euro 4 pada 2021 tanpa perlu modifikasi atau penambahan alat apa pun. Mesin Isuzu juga sudah diuji selama 1.000 jam. Hasilnya sangat memuaskan dan tidak ada masalah ketika pengujian tersebut berlangsung," ujarnya.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More