Toyota Raih Penghargaan dari BI

Penulis: (RO/S-1) Pada: Kamis, 29 Nov 2018, 08:50 WIB Otomotif
Toyota Raih Penghargaan dari BI

ANTARA FERDI (HO)

TOYOTA Indonesia kembali raih penghargaan. Kali ini, Bank Indonesia memberi penghargaan kepada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai penerima penghargaan untuk kategori pengelola utang luar negeri terbaik dan responden statistik terbaik dari Bank Indonesia. Selain itu, TMMIN tercatat sebagai nomine penghargaan penyumbang devisa terbaik.

Kedua penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo kepada Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2018, Selasa (27/11), berlokasi di Assembly Hall, Jakarta Convention Center.

"Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Toyota untuk memberikan lebih banyak lagi kontribusi nyata terhadap perkembangan industri otomotif Indonesia sekaligus mengukuhkan bahwa industri otomotif pantas menjadi sektor industri unggulan nasional terutama melalui investasi dan kegiatan penjagaan neraca perdagangan melalui aktivitas ekspor," ungkap Warih Andang Tjahjono melalui rilis, Selasa (27/11).

Toyota Indonesia dinilai berhasil menjaga konsistensi menjadi investor sekaligus pengekspor otomotif terbesar di Indonesia. Selain itu, kepatuhan dan ketaatan terhadap regulasi yang berlaku, pelaporan informasi dan data bisnis yang tepat waktu, serta kontribusi aktivitas investasi dan ekspor-impor.

Penerima penghargaan kategori pengelola utang luar negeri terbaik diberikan kepada korporasi yang senantiasa mematuhi pelaksaan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangannya. Selain itu, mereka didukung dengan penerapan secara konsisten lindung nilai terhadap pinjaman luar negeri yang diperoleh sehingga tidak mengganggu stabilitas devisa. Sementara itu, penghargaan kategori responden statistik terbaik diberikan kepada korporasi yang konsisten memberikan data dan informasi secara lengkap dan tepat waktu untuk mendukung pelaksanaan survei dan kegiatan liaison Bank Indonesia guna penyusunan statistik Bank Indonesia yang berkualitas.

Sebelumnya TMMIN juga telah menerima penghargaan kategori kepatuhan eksportir pelapor devisa hasil ekspor pada 2015.

Kinerja ekspor TMMIN dengan tren positif dalam lima tahun terakhir memberikan dampak pada neraca perdagangan Toyota Indonesia. Dalam periode 2014 hingga Juli 2018 neraca perdagangan TMMIN mencatatkan nett export sebesar kurang lebih US$2,9 juta (atau sekitar Rp43 triliun).

Pada periode Januari-Oktober 2018, Toyota Indonesia mencatatkan ekspor mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) mencapai 173.700 unit. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya kinerja ekspor Toyota Indonesia tetap positif, naik 2%, dari 170.400 unit. Torehan positif tetap berusaha dihasilkan Toyota Indonesia meskipun kondisi perekonomian global, terutama negara-negara tujuan ekspor, masih belum stabil.

Presiden Direktur TMMIN mengatakan beberapa negara tradisional tujuan ekspor Toyota Indonesia masih mengalami resesi ekonomi. Kondisi itu dimanfaatkan Toyota Indonesia untuk tetap bisa menjaga efisiensi produksi dan kualitas global sehingga tetap kompetitif dengan negara lain. "Daya saing menjadi kunci utamanya. Selama Toyota Indonesia dan seluruh rantai pasok bisa meningkatkan dengan tetap mengedepankan kualitas, termasuk di dalamnya menggunakan sebanyak mungkin material lokal, produksi kita akan semakin kompetitif dan terserap dengan baik oleh negara tujuan ekspor," kata Warih.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More