Gesit Melibas Macet dan Tol Baru

Penulis: Ahmad Punto Pada: Kamis, 29 Nov 2018, 08:40 WIB Otomotif
Gesit Melibas Macet dan Tol Baru

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Aura sporty tidak hanya terlihat dari bagian luar, New HR-V pun merombak sisi interior, terutama dengan lapisan bahan kulit berwarna hitam yang menambah kesan sangar, tetapi tetap terasa mewah.

MENJAJAL performa New Honda HR-V sekaligus merasakan ruas-ruas baru tol Trans-Jawa. Dua tujuan itu berpadu menjadi begitu menarik, menantang, juga menawarkan sensasi yang tak biasa, apalagi jika 'pertualangan' itu dilakukan pada kondisi lalu lintas yang kosong dan lengang.

Itu yang dirasakan tim Media Indonesia saat bereksplorasi dengan New Honda HR-V 1.5L E Special Edition dalam perjalanan yang lumayan panjang, dari Jakarta menuju Solo, Jawa Tengah, pada pertengahan November.

Jarak tempuh yang mencapai kurang lebih 450 kilometer (km) dengan sebagian merupakan tol, menjadi tempat yang sangat pas untuk menguji fitur-fitur keamanan, kenyamanan, dan tentu saja performa HR-V teranyar yang baru dirilis di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, tengah Agustus 2018 itu.

Tampilan yang lebih gagah dengan desain gril baru dan lampu utama full LED, termasuk juga LED daytime running light dan LED fog lamp di sektor depan, kian menambah kepercayaan diri kami saat memulai perjalanan pada malam hari. Belum lagi dengan velg model baru berukuran 17 inci bold alloy wheels serta antena model shark fin yang menonjol manis di bagian belakang atas, penampakan sporty New Honda HR-V menjadi semakin intimidatif.

Aura sporty tak cuma terlihat dari bagian luar, New HR-V pun merombak sisi interior, terutama dengan lapisan bahan kulit berwarna hitam pada hampir seluruh bagian kabin yang menambah kesan sangar, tetapi tetap terasa mewah. Satu lagi yang cukup mencuri perhatian kami ialah tampilan pedalnya juga sudah mengusung new sporty, pedal berbahan aluminium.

Sisi kenyamanan juga oke, terutama bagi pengemudi yang langsung disodori dengan ruang, posisi, serta jarak dengan lingkar kemudi yang cukup pas. Tak lebih, tak kurang. Bahkan, bisa diatur sesuai dengan postur tubuh pengendara. Saat berkendara pun kita bisa menikmati alunan berbagai format musik dan media dari head unit yang juga baru. Head unit itu memakai model floating dengan ukuran 8 inci.

Menguji batas

Saat memulai perjalanan, sedikit kemacetan di sejumlah ruas tol Jakarta-Cikampek memang tak bisa dihindari. Seperti kita tahu, belakangan ini salah satu tol legendaris itu memang terus dirundung kemacetan akibat pembangunan tiga proyek sekaligus, yakni tol Jakarta-Cikampek elevated, jalur LRT, dan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung.

Namun, hambatan itu menjadi tak seberapa jika dibandingkan dengan sensasi yang kemudian kami rasakan setelah melewati titik-titik macet tersebut. Praktis setelah lepas dari Karawang, Jawa Barat (Km 42) hingga Pemalang, Jawa Tengah (Km 311), tak ada halangan berarti.

Tol yang relatif mulus, terutama ruas Pejagan-Pemalang yang belum lama ini diresmikan, membuat kami 'tak sungkan' menginjak pedal gas dalam-dalam sekadar untuk menguji performa mesin 1.500 cc, 4 silinder, SOHC, i-VTEC yang sudah sejak lama diusung mobil ini. Di manualnya disebut mesin tersebut mampu mengeluarkan tenaga hingga 120 hp dengan torsi 14,8 kgm pada 4.600 rpm.

Entahlah klaim produksi tenaga itu benar atau tidak, tetapi yang pasti mesin yang dilengkapi dengan transmisi otomatis 6 percepatan CVT itu cukup mudah untuk diajak lari hingga 160 km per jam, batas kecepatan yang kami sepakati untuk tetap mampu mengontrol diri. Pengendaliannya juga cukup stabil, meskipun seperti umumnya karakter mobil SUV, suspensi kerasnya terkadang terasa.

Ada beberapa kemacetan lagi yang kami temui di beberapa ruas jalan arteri karena belum seluruh jalur menuju Solo tersambung tol. Namun, berkat 'kegesitan' New Honda HR-V, kemacetan itu dapat diatasi dan pada akhirnya tak sampai 12 jam kami sudah sampai di Solo.

Kami pun melanjutkan pertualangan kami di Kota Budaya itu untuk berburu kuliner dan mencari spot foto sebagai 'balas dendam' karena kami gagal mengambil foto mobil di ruas tol Bawen-Salatiga yang disebut-sebut memiliki pemandangan terindah. (S-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More