Prabowo Sebut Rasio Perpajakan Indonesia Kalah dari Zambia

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Rabu, 21 Nov 2018, 13:24 WIB Politik dan Hukum
Prabowo Sebut Rasio Perpajakan Indonesia Kalah dari Zambia

ANTARA

CALON Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia masih tertinggal jauh dari negara-negara lain dalam hal rasio perpajakan, bahkan dari Zambia sekalipun yang 18%.

Dia membandingkan rasio perpajakan Indonesia yang hanya sebesar 10,3% di peringkat 112 ,dibandingkan dengan Thailand yang rasio perpajakannya mencapai 15,5%, Malaysia 13,7%, Singapura 13,7% dan Filipina 13,6%.

Kemudian Prabowo membandingkan rasio perpajakan Indonesia saat rezim Soeharto, rezim militer dahulu, yang mampu mencapai di atas 14%, bahkan menyentuh 16%.

"Mungkin kita harus ke Zambia agar pemerintah belajar pengelolaan pemerintahannya," ujar Prabowo dalam Indonesia Economic Forum di Jakarta, Rabu (21/11).

Baca juga: Presiden Dorong Perbaikan Sistem Pendidikan Vokasi

Dia juga mendengar bahwa rasio perpajakan Thailand sudah mencapai 18%, Malaysia juga mendekati angka tersebut. Artinya , bila Indonesia tidak meraih pencapaian seperti di zaman Soeharto dahulu yang 16%, artinya Indonesia rugi 6% dari PDB.

"6% setara dengan US$60 miliar. Kita kehilangan US$60 miliar. Karena mismanajemen ekonomi, kurangnya inovasi. Bayangkan pemerintah yang seharusnya bisa memaintain rasio yang lebih baik tapi meraih angka yang lebih rendah," kata Prabowo

Tim Prabowo bertemu dengan ahli Bank Dunia yang telah meneliti potensi membayar pajak di Indonesia. Prabowo mengatakan kata pihak tersebut, seharusnya Indonesia bisa raih angka rasio ini 18-20%.

"Yang harus diperbaiki mempersiapkan pemerintah dalam membuat kerangka kerja. Sehingga bisa mencapai tax ratio ke 18 %," tukas Prabowo. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More