Video Mesum Viral, Pemeran Utama Ditetapkan Jadi Tersangka

Penulis: Cikwan Suwandi Pada: Rabu, 21 Nov 2018, 13:05 WIB Nusantara
Video Mesum Viral, Pemeran Utama Ditetapkan Jadi Tersangka

MI/Cikwan Suwandi

POLRES Karawang, Jawa Barat, menangkap pelaku penyebaran dan pembuatan video pornografi siswi sekolah menengah atas (SMA) favorit di Karawang. M, 23, yang merupakan pacar korban ditetapkan menjadi tersangka.

"Kita tetapkan M warga Cilamaya yang masih berstatus kuliah ini kita tetapkan menjadi tersangka. M kita kenakan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman kurungan 5-15 tahun. Karena AR, 16, masih di bawah umur. Ia baru duduk di kelas XII," kata Kapolres Karawang, AKB Slamet Waloya kepada wartawan dalam jumpa pers Mapolres, Rabu (21/11).

Waloya mengatakan M mengakui jika pada Bulan Juli 2018, M dan AR melakukan hubungan intim di salah satu hotel di Karawang Barat. Mereka pun merekam adegan intim mereka dengan sebuah kamera digital dengan sebuah tripod.

"M merekam adegan persetubuhan juga atas sepengetahuan AR. Mereka merekam itu karena iseng," kata Waloya.

Kemudian AR meminta M untuk mengirimkan hasil rekaman hubungan intim mereka ke ponsel AR. Selanjutnya, tanpa sepengetahuan AR, teman sekelasnya D meng-copy videonya itu ke ponselnya.

Baca juga: TKI yang Ditahan Majikan 15 Tahun Akhirnya Pulang

Lanjut Waloya, di sekolah video AR pun kian ramai. Bahkan S yang berbeda kelas dengan AR langsung mempertontonkan video hubungan intim AR dengan M di kelas menggunakan proyektor. Dalam aksi nonton bareng satu kelas itu, banyak siswa dan siswa yang merekam video tersebut.

Akibatnya, pada Bulan Oktober 2018, video mesum AR dan M tersebar luas dan menghebohkan masyarakat Karawang.

"Kita masih memeriksa sejumlah saksi. Di antaranya adalah teman-teman AR yang juga masih bersekolah. Seperti dia yang meng-copy video dan yang ikut menontonkan dengan proyektor serta sejumlah temannya saat merekam video yang ditontonkan," kata dia. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More