Kepala BNNP Minta Siswa Pecandu Narkotika Dibina

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Rabu, 21 Nov 2018, 13:00 WIB Megapolitan
Kepala BNNP Minta Siswa Pecandu Narkotika Dibina

Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Pol Johny Latupeirissa---Dok. BNNP DKI Jakarta

KEPALA BNN Provinsi DKI Jakarta Brigjen Pol Johny Latupeirissa mengatakan pemahaman khusus terhadap penyalahgunaan narkotika penting bagi guru BK di setiap sekolah. Pasalnya, pembinaan dan rehabilitasi wajib diberikan kepada siswa pencandu narkoba

"Anak pecandu narkotika jangan dikeluarkan dari sekolah tapi tangani dengan baik agar mereka bisa terbebas dari narkotika," kata Johny, Rabu (21/11) di Hotel Santika Premiere, Jakarta Barat.

Ia menambahkan, tanpa rehabilitasi tentunya semakin berdampak buruk bagi siswa tersebut. Apalagi penguna narkotika rentan dengan kriminalitas sehingga bisa membahayakan dirinya dan orang lain.

"Jika dikeluarkan akan menjadi penjahat baru, paling berat pindahkan ke sekolah baru tetapi wajib rehabilitasi," terangnya.

Baca juga: BNNP DKI Sebut 24% Pelajar Gunakan Narkoba

Ia juga berharap, upaya pencegahan narkotika tidak hanya mengandalkan Polri dan BNNP tetapi semua bersinergi dalam mengempanyekan bebas narkotika

"Bersama-sama melakukan pencegahan penyalahgunaan narkotika, semua instansi melakukannya dan juga peran masyarakat," lanjutnya.

Berdasarkan Survei Badan Narkotika Nasional (BNN) diketahui pengguna narkotika mencapai 1,77% (3,3 juta orang), dengan rincian pekerja 59%, pelajar 24%, dan populasi umum (tidak bekerja tetap) 17%.

Di DKI Jakarta, BNNP menemukan bahwa delapan dari 47 sekolah setingkat SMP dan 10 dari 48 sekolah setingkat SMA/SMK terindikasi penyalahgunaan narkotika. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More