Presiden Sebut dari Tujuh 'Unicorn' ASEAN, Empat dari Indonesia

Penulis: Antara Pada: Rabu, 21 Nov 2018, 11:05 WIB Politik dan Hukum
Presiden Sebut dari Tujuh

ANTARA

PRESIDEN Joko Widodo menyebut di 10 negara ASEAN ini ada tujuh "startup unicorn" yang besar, yang itu dimiliki anak-anak muda, di mana empat adalah berasal dari Indonesia.

"Ada Nadiem Makarim Go-Jek, ada Zaki Bukalapak, dan lain-lainnya. Artinya anak-anak muda kita ini enggak kalah. Jangan ada yang merasa inferior," kata Presiden Jokowi seperti dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Rabu (21/11).

Presiden Jokowi melanjutkan bahwa kualitas dan keunggulan yang dimiliki anak-anak muda Indonesia sebenarnya tak kalah dengan anak-anak muda dari negara lain.

Kejuaraan atau sejumlah olimpiade sains tingkat internasional seringkali menampilkan anak-anak muda Indonesia sebagai penyandang status juara.

Untuk itu, Presiden berhara para pemuda Indonesia harus mampu merespons perubahan global yang terjadi saat ini.

 

Baca juga: Dukungan untuk PK Baiq Wujud Keberpihakan Jokowi pada Perempuan

 

Dengan kemampuan itu, anak-anak muda diharapkan mampu menghadapi ketatnya persaingan di kancah global, kata Jokowi saat memberikan sambutan di hadapan para pelajar di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (19/11).

"Saya meyakini dengan anak-anak muda yang kita miliki, khususnya kader-kader IPM, tidak perlu takut kita bersaing dengan negara lain. Tidak perlu takut kita berkompetisi dengan negara-negara lain," ujarnya.

Sebaliknya, sambung Presiden, anak-anak muda kita harus mampu membawa perubahan kemajuan bagi negara Indonesia.

Menurut perkiraan McKinsey Global Institute, Indonesia di tahun 2045 mendatang akan menjadi salah satu dari empat besar negara dengan perekonomian terkuat.

"Itu masa saat saudara-saudara semua nanti sudah menjadi orang semuanya," tengasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More