Menhub Ajak Jamaah Khairul Huda Doakan Keselamatan Bangsa

Penulis: Irvan Sihombing Pada: Rabu, 21 Nov 2018, 09:28 WIB Humaniora
Menhub Ajak Jamaah Khairul Huda Doakan Keselamatan Bangsa

MI/Irvan Sihombing

PERINGATAN Maulid Nabi SAW di Masjid Jami Khairul Huda, Meruya Selatan, Joglo, Jakarta Barat, Selasa (20/11) petang, berjalan khusuk. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan mengenakan koko putih dan peci hitam ikut menjadi jamaah Salat Ashar serta mengisi barisan paling depan.

Seusai salat, kegiatan dilanjutkan dengan istighosah, penyampaian sambutan ketua DKM, Menhub Budi, hingga ceramah yang disampaikan pengasuh Ponpes Alquran dari Bekasi, Mulyadi Efendi.

Menhub Budi mengucapkan terima kasih atas istighosah yang sudah dilakukan oleh para jamaah Masjid Khairul Huda.

"Semoga istighosah ini membawa kebaikan bagi bangsa dan bagi keselamatan penerbangan Indonesia," ujar Budi dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Rabu (21/11)

Ia menuturkan kegiatan kali ini penting untuk dimaknai sebagai salah satu sarana guna lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menurut dia, peringatan Maulid Nabi sebaiknya jadi momentum untuk lebih meningkatkan kualitas akhlak manusia sebagai cerminan dari pribadi muslim yang beriman dan bertakwa sebagai perwujudan perbaikan hubungan dengan Allah SWT.

Baca juga: Ambil Spirit Nabi Muhammad, Relawan Jokowi Amin Gelar Safari Maulid di 10 Kota

Peringatan Maulid Nabi sekaligus sarana untuk mempererat tali silaturahmi dengan sesama umat.

Lebih jauh Budi juga mengajak kepada masyarakat untuk selalu meneladani sifat Nabi Muhammad SAW dan bersama-sama untuk mensyukuri dalam peringatan hari lahir nabi besar Muhammad SAW.

"Nabi membawa masyarakat pada jamannya bangkit dari jaman jahiliyah. Dan Allah mengutuskan Nabi Muhammad untuk memerangi jahiliyah," kata dia.

Dalam memimpin Kementerian Perhubungan, ia pun selalu berusaha meneladani sifat Nabi. Walau belum sempurna, itu tetap ia lakukan dengan sebaik-baiknya.

"Saya juga mengajak kepada masyarakat untuk meniru keteladanan Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya.

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, sambungnya, dimaksudkan untuk meneladani kehidupan, ajaran-ajaran, dan seluruh konsepsi agama yang dibawa Nabi serta untuk menjalankan petunjuk-petunjuk dari kitab suci yang diturunkan Allah SWT kepadanya.

"Inti sifat yang harus diteladani dari sifat Nabi Muhammad SAW adalah ada empat, yaitu sidiq, amanah, fathonah, dan tabligh. Sidiq artinya benar atau jujur, amanah artinya bisa dipercaya, fathonah artinya cerdas, dan tabligh artinya menyeru kepada kebaikan," kata mantan Dirut Angkas Pura II itu.

Menhub menjelaskan, keteladanan Nabi dalam konteks sehari-hari dan zaman sekarang adalah bahwa harus sidiq atau jujur dalam kehidupan kita sehari-hari, tidak boleh berdusta dengan segala bentuknya, termasuk melakukan kecurangan dalam perdagangan dan korupsi.

"Tidak boleh hanya kata-kata manis tetapi perbuatan berbeda dengan ucapan," katanya.

Ia menambahkan hal lain yang perlu diteladani dari Nabi adalah selalu merangkul semua kalangan, kelompok, suku, kepercayaan/agama, dan perbedaan lainnya pada saat Nabi Muhammad memerintah sebagai pemimpin masyarakat dan agama Islam. Pada konteks masa kini hal tersebutlah yang disebut sebagai sifat toleransi dan mengayomi.

"Jika sifat-sifat mulia tersebut menjadi acuan kita dalam kehidupan sehari-hari dan Alquran sebagai pedoman kita, niscaya kita juga sedang melakukan dakwah meneruskan tugas Nabi Muhammad pada 1440 tahun lalu itu," tandasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More