Pulau Paskah Minta Inggris Kembalikan Patung

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Rabu, 21 Nov 2018, 08:45 WIB Internasional
Pulau Paskah Minta Inggris Kembalikan Patung

AFP/Adrian DENNIS
Gubernur Pulau Paskah Tarita Alarcon Rapu

GUBERNUR Pulau Paskah, Selasa (20/11), dengan bercucuran air mata memohon kepada Museum Inggris untuk mengembalikan salah satu patung paling ternama milik mereka.

Museum di London itu telah menyimpan Hoa Hakananai'a, salah satu patung spiritual terpenting pulau di Cile itu selama 150 tahun.

"Nenek saya yang meninggal dunia di usia hampir 90 tahun tidak pernah mendapat kesempatan melihat nenek moyangnya," ujar Gubernur Pulau Paskah Tarita Alarcon Rapu setelah bertemu pejabat Museum Inggris didampingi Menteri Aset Nasional Cile Felipe Ward.

"Saya hampir berusia setengah abad dan ini adalah pertama kali saya melihatnya," imbuhnya.

Baca juga: Di Desa Pakistan, Gua Adalah Rumah

Patung atau moai itu merupakan satu dari ratusan yang ditemukan di pulau itu.

Dibuat oleh warga suku Polynesia, setiap kepala besar dipandang mewakili seorang kepala suku atau nenek moyang mereka.

Menjadi momen emosional saat warga asli Rapa Nui melihat patung yang mereka anggap berisi roh nenek moyang itu.

Patung itu memiliki tinggi 2,4 meter dan berat 4 ton.

"Saya merasa anak saya dan anak-anak mereka berhak mendapatkan kesempatan melihat, menyentuh, dan belajar dari patung ini," ungkap Rapu sembari meneteskan air mata.

Hoa Hakananai'a diambil izin pada 1868 oleh kapal Inggris HMS Topaze yang dikapteni oleh Richard Powell. Patung itu kemudian diserahkan kepada Ratu Victoria. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More