Tolak Fit and Proper Test, PKS Desak Gerindra Sahkan Cawagub DKI

Penulis: Micom Pada: Rabu, 21 Nov 2018, 08:30 WIB Megapolitan
Tolak Fit and Proper Test, PKS Desak Gerindra Sahkan Cawagub DKI

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI menolak fit and proper test terhadap dua calon wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno. Uji kepatutan dan kelayakan itu dinilai tidak relevan dan menyalahi komitmen politik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai koalisi.

Ketua Umum DPW PKS DKI Sakhir Purnomo mengatakan tahapan tersebut juga menyebabkan lambannya proses pemilihan wakil gubernur.

“Dua nama yang diajukan PKS merupakan hasil keputusan Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS. Keduanya memiliki pengalaman mumpuni, baik dalam tata kelola pemerintahan khususnya bidang keuangan maupun di bidang politik,” kata Sakhir, Selasa (20/11).

Sakhir mengatakan Prabowo telah berkomitmen di hadapan Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al Jufri dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman bahwa pengganti Sandiaga adalah kader PKS.

“Jadi, fit and proper test tidak relevan dan tidak perlu dilakukan, apanya yang mau diuji?”  tegasnya.

Baca juga: Anies Minta Didoakan Segera Dapat Penganti Sandiaga Uno

DPW PKS DKI Jakarta mendesak DPD Gerindra DKI Jakarta segera mengesahkan nama dua kader PKS yang telah diajukan untuk ditetapkan di rapat paripurna DPR DKI Jakarta.

“Dua nama yang kami ajukan sudah final, tidak ada penambahan. Dikhawatirkan semakin lama proses di DKI ini akan berdampak pada pemenangan di level nasional terkait Pilpres,” kata Sakhir.

Seperti diketahui, PKS mengajukan dua nama untuk menjadi wagub DKI. Pertama, Agung Yulianto yang pernah menjadi Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu DPP PKS (2004-2009) dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta (2014-2020). Dia juga pernah menjadi auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (1990-1996).

Kedua, Ahmad Syaikhu yang pernah menjadi auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (1986-2004). Sebagai politisi, dirinya juga pernah menjabat Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bekasi (2009-2012) dan wakil wali kota Bekasi (2013-2018). (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More