Jokowi App Jadi Trending Nomor Satu di Play Store Google

Penulis: Micom Pada: Senin, 19 Nov 2018, 12:13 WIB Politik dan Hukum
Jokowi App Jadi Trending Nomor Satu di Play Store Google

MI/RAMDANI

SETELAH diluncurkan pada 17 November 2018 oleh Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir di Jakarta, dalam dua hari, Jokowi App menjadi trending nomor satu di Google Play atau Play Store dalam aplikasi ponsel pintar berbasis Android.

Sejak diluncurkan, Jokowi App sudah diunduh lebih kurang 15 ribu netizen dengan pengguna terdaftar lebih kurang 10 ribu.

Erick Thohir, dalam peluncuran tersebut, mengatakan Jokowi App yang diluncurkan TKN menunjukkan pihak mereka ingin membangun kampanye yang positif dan mengedukasi warga, bukan menakut-nakuti rakyat.

“Ada materi tentang pekerjaan yang sudah dilakukan Pak Jokowi dan Pak Kalla selama empat tahun bersama. Kami ingin memberikan pesan transparansi tentang apa saja yang sudah dikerjakan oleh Pak Jokowi,” ujar Erick.

Baca juga: Erick Thohir Minta Kyai dan Santri Jangan Takut Ungkap Informasi yang Benar

Selain berisi jejak kerja Jokowi selama 4 tahun, Jokowi App juga menyediakan kanal INDONESIA MAJU yang berisi tentang mimpi-mimpi tentang kemajuan Indonesia setelah banyak hal dikerjakan selama empat tahun ini.

Sementara Direktur Program TKN Aria Bima yang menjadi penanggung jawab Jokowi App menambahkan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin ingin menghadirkan kampanye yang ceria dan menggembirakan.

“Substansinya adalah warna-warni keceriaan. Bukan yang menegangkan dan terlalu serius,” katanya.

Dalam aplikasi Jokowi App, terdapat kanal SUARAKU. Pada kanal itu, warga dapat mengirimkan testimoni berupa rekaman video, tulisan, atau gambar, tentang berbagai kegiatan dan program pembangunan di daerah masing-masing.

“Jika netizen mengirimkan testimoni, kami akan mengolahnya menjadi tampilan yang lebih menarik dan dapat didistribusikan sesuai dengan segmen yang sejenis,” kata Ketua Dewan Redaksi Jokowi App Usman Kansong, (RO/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More