Pemprov Sulteng Tindak Pedagang Jual Semen Mahal

Penulis: Antara Pada: Senin, 19 Nov 2018, 11:35 WIB Nusantara
Pemprov Sulteng Tindak Pedagang Jual Semen Mahal

ANTARA

PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) akan menindak tegas pedagang bahan bangunan yang terbukti menjual semen melebihi harga kesepakatan bersama di tingkat pengecer yaitu Rp65.000 per sak.

"Jika ada warga yang membeli semen dengan harga di atas dari hasil kesepatakan bersama, langsung laporkan kepada kami atau Diskrimsus Polda Sulteng," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Zainuddin Hak di Palu, Senin (19/11).

Ia menjelaskan sesuai rapat koordinasi dengan menghadirkan sejumlah distributor, pengecer, Biro Ekonomi Pemprov Sulteng, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta pihak berwajib dari jajaran Polda Sulteng pada Jumat (16/11) telah disepakati penetapan harga jual semen di tingkat pengecer.

Setelah disepakati selanjutnya, tiga distributor semen merek Tonasa dan tiga toko pengecer semen di Kota Palu bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Diskrimsus Polda Sulteng masing-masing menandatangani surat pernyataan dan kesepakatan tersebut.

Jika pengecer menjual semen melebihi dari harga kesepakatan sementara itu, pengecer yang bersangkutan akan ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku di negara ini.

Karena itu, warga diimbau ketika membeli semen sebaiknya meminta nota pembelian untuk dijadikan bukti bagi pihak berwajib melakukan penyelidikan dan penyidikan.

"Warga harus ikut mengawasi dengan melaporkan jika ada pengecer nakal yang melanggar kesepakatan harga yang telah ditetapkan bersama,"kata Zainuddin.

Semua informasi dan laporan dari masyarakat baik yang diterima Dinas Perindustrian dan Perdagangan maupun Diskrimsus Polda Sulteng langsung ditindaklanjuti. Demikian pula dengan distributor semen yang menjual melebihi harga kesepatakan juga ditindak tegas.

Harga jual semen Tonasa di tingkat distributor berkisar Rp58.500 s/d Rp60.000/sak. Harga semen dijual pengecer kepada konsumen Rp65.000/sak.

Zainuddin menambahkan hasil kesepatakan tersebut akan dievaluasi tiga bulan ke depan manakala pasokan/distribusi sudah kembali normal, maka surat pernyataan dan kesepatakan ini akan dicabut.

 

Baca juga: Kantor PDAM Tirta Tarum Digeledah Penyidik Kejati Jawa Barat

 

Hadir dalam rapat koordinasi dan ikut menandatangani surat pernyataan dan kesepakatan dimaksud antara lain CV Garindo, PT Multi Guna Rejeki dan CV Citra Mandiri Makmur selaku distributor semen merek tonasa.

Sementara dari unsur toko pengecer yakni toko raya, toko adil dan toko gema inti masing-masing sebagai pedagang bahan bangunan di Kota Palu.

Disepakati pula distributor untuk melakukan pembinaan kepada mitranya (pengecer) agar mereka tidak seenaknya menaikkan harga semen. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More