ITDC Rampungkan Bazar Mandalika, 303 Unit Dioperasikan Bertahap

Penulis: Yusuf Riaman Pada: Minggu, 18 Nov 2018, 17:45 WIB Nusantara
ITDC Rampungkan Bazar Mandalika, 303 Unit Dioperasikan Bertahap

MI/Yusuf Riaman

INDONESIA Tourism Development Coorporation (ITDC) atau PT Pengembangan Pariwisata Indonesia mulai memfungsikan Bazar Mandalika Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam kawasan wisata Mandalika yang dibangun sebanyak 303 unit.

"Tema dari Bazar Mandalika ini sebagai pusat penjualan, pameran dan display semua produk terbaik di NTB," kata Direktur Konstruksi dan Operasional ITDC Ngurah Wirawan kepada wartawan, Sabtu (17/11) petang jelang perayaan HUT ke-45 ITDC di Kuta Bech Park, Kawasan Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ngurah saat mendampingi Direktur Utama ITDC, Abdulbar Mansyur, menjelaskan lebih jauh bahwa bazar tersebut akan memasarkan berbagai produk berupa hasil kerajinan maupun makanan dan minuman seperti, kopi, madu, mutiara, kuliner makanan khas yang ada di NTB.

Kios yang dibangun tersebut terdiri dari Stall MIkro (MI) dengan ukuran 2 x 2 meter sebanyak 148 unit, Stall Kecil (SE) ukuran 3 x 4 meter sebanyak 114 unit, dan Food Stall (KU) dengan ukuran 4 x 6 meter sebanyak 41 unit.

Bazar Mandalika, sebutnya, bukan proses yang mudah karena membuka sebuah pasar baru.

"Sengaja didesain sebagai fasilitas untuk menampung pedagang kaki lima dan asongan supaya tertib dan terkoodinasi dengan baik," katanya.
    
Pembangunan Bazar Mandalika didesain sedemikian rupa sehingga dilalui oleh seluruh pengunjung yang masuk ke kawasan Mandalika. Terutama mulai dari lokasi parkir khusus kendaraan, kemudian Bazar Mandalika hingga ke Kuta Becah Park yang ketiganya sudah mulai difungsikan.

 

Baca juga: Blora dan Bojonegoro Kerja Sama Bangun Jembatan Penghubung

 

Dirut ITDC, Abdulbar Mansyur, mengatakan ITDC pada 12 Oktober lalu genap 45 tahun beroperasi dan terus didorong menjadi perusahaan pengembang destinasi wisata kelas dunia.

"Sejak berdiri, perusahaan kita pernah dan terus menorehkan tinta sejarah sebagai perusahaan yang berhasil mengubah tanah tandus di ujung selatan Bali menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia yang sekarang dikenal sebagai The Nusa Dua," katanya.

Abdulbar menyebutkan sejumlah capaian yang menggembirakan belakangan ini antara lain, penyelesaian sengketa tanah seluas 109 hektare melalui kerohiman, yang sebelumnya selama 29 tahun belum tuntas.

Berikut percepatan pembangunan The Mandalika seperti selesainya pembangunan Masjid Nurul Bilad, Kuta Beach Park, Pengolahan air berteknologi SWRO, infrastruktur kawasan dan jalan sepanjang 11 km dalam kawasan, Hotel Pullman Mandalika yang sedang dibangun, serta Kawasan UMKM Bazaar Mandalika yang baru selesai.

Selain itu juga penandatanganan Master Luda dengan Vinci Construction and Grand Projets senilai US$1 miliar, dan Luda dengan 7 investor, sehingga seluruh komitmen investasi sebesar Rp17 triliun sudah dapat dibukukan. 

Principal Approval dari AIIB dan disetujuinya Penjaminan Negara oleh Menteri Keuangan, sebagai syarat mendapatkan pembiayaan sebesar US$248 juta atau setara dengan Rp3,6 triliun untuk infrastruktur Mandalika sebelum akhir 2018.

Keberhasilan bisnis baru DMO (Destinational Management Organization) mendapatkan kepercayaan pemilik tanah menggunakan branding ITDC sebagai pengelola destinasi di KEK Singhasari, Bali Utara, dan ke depan di Gabon.

"Dan yang sangat membanggakan adalah keberhasilan The Nusa Dua sebagai tuan rumah IMF-WBG 2018 Annual Meeting, yang telah menetapkan standar baru untuk penyelenggaraan Annual Meeting ke depan," kata Abdulbar di hadapan ratusan karyawan ITDC yang sengaja didatangkan dari Jakarta dan Bali untuk merayakan HUT ke-45 ITDC di kawasan obyek wisata Kuta Mandalika. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More