Memburu Penyihir Gellert Grindelwald

Penulis: Ardi Teristi Hardi Pada: Minggu, 18 Nov 2018, 08:30 WIB Hiburan
Memburu Penyihir Gellert Grindelwald

DOK. WARNER BROS PICTURES

"FINITE!," teriak para penyihir sambil menghujamkan tongkat sihir mereka ke tanah. Seketika tanah retak dan mengeluarkan cahaya bak bara api.

Adegan tersebut merupakan bagian dari film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald yang tengah tayang di jaringan sinema Tanah Air.

Dengan tongkat sihir dan mantra-mantra, para penyihir praera Harry Potter kembali beraksi di bioskop.

Adapun film ini merupakan kelanjutan dari film Fantastic Beasts and Where to Find Them yang tayang pada 2016.

The Crimes of Grindelwald menceritakan kegemparan dunia sihir karena Gellert Grindelwald (Johnny Depp) lagi-lagi berhasil melarikan diri dari tahanan. Kementerian Sihir Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis pun belingsatan mencarinya.

Layaknya he who must not be name, alias Voldemort, Grindelwald bukan sosok penyihir jahat medioker. Kekuatan sihirnya dahsyat, pengikutnya banyak, dan ia sangat licik.

Tidak hanya Kementerian Sihir, kaburnya Grindelwald juga membawa kekhawatiran bagi Albus Dumbledore (Jude Law). Ia pun menemui salah seorang mantan muridnya, Newt Scamander (Eddie Redmayne), untuk kembali menangkap Grindelwald.

"Dumbledore, mengapa bukan kamu saja yang pergi (menangkapnya)?" tanya Newt Scamander.

"Aku tidak bisa melawan Grindelwald. Harus kamu," jawab Albus Dumbledore, menyiratkan misteri.

Mampukah Newt Scamander menyelesaikan tugasnya menangkap Grindelwald?

Mengapa Dumbledore tidak mau menghadapi Grindelwald? Apa yang direncanakan Grindelwald dalam pelariannya itu?

Mitologi Indonesia
Film Fantastic Beasts masih berelasi dengan film Harry Potter karena karakter-karakter dan tempat-tempat yang ada dalam Fantastic Beasts juga muncul dalam Harry Potter di masa yang berbeda. Salah satu karakter yang menarik dalam film ini ialah Nagini (Claudia Kim). Karakter tersebut memiliki keterikatan dengan Indonesia.

"Ia terkurung di hutan rimba di Indonesia," kata seorang pemilik sirkus bertubuh tambun saat memperkenalkan sosok Nagini. Agak takjub mendengar kata 'Indonesia' mengingat film ini mengambil setting waktu sekitar 1927, dan popularitas 'Indonesia' waktu itu di Eropa relatif terbatas di kalangan akademisi dan nasionalis.

Asal-usul Nagini juga pernah diungkap kreator semesta Potter, JK Rowling, dalam akun Twitter-nya @jk_rowling, pada 26 September 2018.

Menurut Rowling, Nagini berasal dari mitologi naga yang ada di Indonesia.

'The Naga are snake-like mythical creatures of Indonesian mythology, hence the name 'Nagini.' They are sometimes depicted as winged, sometimes as half-human, half-snake. Indonesia comprises a few hundred ethnic groups, including Javanese, Chinese and Betawi. Have a lovely day,' tulis Rowling.

Sayangnya, Nagini tidak diperankan oleh aktris Indonesia, tetapi dari Korea Selatan, Claudia Kim. Film Fantastic Beast bukanlah film Hollywood pertama bagi Claudia. Sebelumnya, dia juga pernah berperan dalam film Avengers: Age of Ultron yang memerankan Dr Hellen Cho dan The Dark Tower yang memerankan Arra.

Selain Newt Scamander, Gellert Grindelwald, Albus Dumbledore, Nagini banyak karakter-karakter lain yang muncul dalam film ini, seperti Leta Lestrange (Zoe Kravitz), Yusuf Kama (William Nadylam), Credence Barebone (Ezra Miller). Setiap karakter tersebut memiliki misteri masing-masing dan benang merahnya akan memberikan kejutan.

Seperti film pendahulunya, The Crimes of Grindelwald Fantastic Beasts berhasil membawa penonton bertualang dalam alam dunia sihir dengan efek visual yang mengagumkan, seperti kereta terbang hingga aneka hewan negeri sihir, dari yang kecil hingga yang sangat besar.

Walau durasinya relatif panjang, 133 menit, kita tidak akan bosan. JK Rowling secara apik menyimpan kepingan-kepingan rahasia dalam film ini.
Menonton Fantastic Beasts seperti menyusun puzzle. Bagian The Crimes of Grinderwald belum membuat puzzle tersebut utuh, tetapi menjadi petunjuk untuk petualangan baru film Fantastic Beasts selanjutnya. (M-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More