Peneliti: Orangtua Bekerja Bermasalah dengan Anak

Penulis: Micom Pada: Minggu, 18 Nov 2018, 07:10 WIB Humaniora
Peneliti: Orangtua Bekerja Bermasalah dengan Anak

Thinkstock

PENELITI dari Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor mengatakan orangtua yang keduanya bekerja sebagian besar memiliki masalah komunikasi dengan anaknya.

Kepala Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia IPB, Dr Tin Herawati MSi, mengatakan, di Jakarta, Jumat (16/11), mengatakan, masalah orangtua saat ini ialah tidak memiliki waktu untuk anak, karena keduanya memilih untuk bekerja.

"Suami istri yang bekerja jumlahnya meningkat tajam. Masalah yang dihadapi adalah masalah pengasuhan anak, dan masalah komunikasi," kata Tin.

Dari hasil penelitian yang dilakukan bersama mahasiswanya, Tin menyebutkan ada orangtua yang melaporkan anaknya sendiri ke polisi karena dipukul oleh anak tersebut.

"Sebagian besar anak yang bermasalah karena ditinggal ibu bekerja. Dia merasa kesepian. Bahkan ada anak yang memukul ibunya, dan ibunya melaporkan anaknya pada polisi. Mungkin karena anaknya saking sakit mentalnya karena kesepian," kata dia.

Dalam penelitiannya juga disebutkan bahwa ibu yang memiliki konflik pekerjaan di kantornya bisa membawa masalah tersebut ke rumah dan diluapkan pada anak dan suami. Sebaliknya bila ada konflik dalam rumah, tidak akan dibawa ke lingkungan pekerjaan.

Tin menerangkan salah satu indikator keluarga yang berpotensi menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas ialah yang sehat secara fisik, sehat mental, dan sehat perilaku.

Sehat secara fisik dapat diartikan tidak ada satu pun anggota keluarga atau anak yang kekurangan gizi. Malnutrisi bisa mengganggu tumbuh kembang anak, terlebih pada usia satu hingga lima tahun yang merupakan periode emas anak.

Sehat mental ialah anak yang tidak stress, tidak kesepian, dan mendapat perhatian serta kasih sayang dari orang tua, sedangkan sehat perilaku yang bisa memicu munculnya karakter sopan santun, bijak bertutur kata dan kejujuran. (Ant/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More