Raup Sebanyak Mungkin Suara Kaum Perempuan

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Minggu, 18 Nov 2018, 07:30 WIB Politik dan Hukum
Raup Sebanyak Mungkin Suara Kaum Perempuan

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

PEREMPUAN dianggap memiliki peran strategis dalam meraup suara bagi pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pemilu Presiden 2019. Mereka umumnya memiliki pengaruh kuat di keluarga dan lingkungan. Itulah mengapa pendekatan dan penguatan kampanye di kaum perempuan dianggap sangat penting untuk memenangkan Jokowi-Amin.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Erick Thohir, mengatakan suara perempuan juga sangat vital dalam Pemilu 2019. Hal itu salah satunya karena populasi perempuan pemilih pada Pilpres 2019 yang mencapai 50.2% atau 93,1 juta pemilih.

"Ini penting karena memang jumlahnya besar. Kami harap bisa meraup sebanyak mungkin suara perempuan," ujar Erick di Jokowi Center, Menteng, Jakarta, kemarin.

Ia mengaku yakin pasangan nomor urut 01 bisa meraih lebih dari 50% suara dari total pemilih perempuan di Pemilu 2019. Optimisme itu muncul karena berbagai survei menyebutkan Jokowi-Amin hampir selalu dikatakan meraih suara 55%-60%.

"Secara matematika, ketika angkanya besar, kita coba implementasikan ke pemilih (perempuan) pasti juga kan sama (di atas 50%)," ujar Erick.

Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Maman Imanul Haq mengatakan, kalau melihat Nawacita jilid pertama, perempuan menjadi salah satu perhatian utama Jokowi. Terbukti salah satunya dari jumlah perempuan di Kabinet Kerja. Ada 8 kursi menteri yang diduduki perempuan.

"Di Nawacita kedua, nanti akan ditonjolkan bagaimana perempuan memiliki hak untuk lebih banyak tampil di bidang yang lebih luas. Politik, ekonomi, budaya, dan lain-lain," ujar Maman.

Ia mengatakan, bila Jokowi kembali terpilih menjadi presiden, jumlah perempuan akan ditambah di kabinet Jokowi-Amin. Perhatian juga akan diberikan pada perempuan dengan upaya revisi regulasi yang melemahkan dan mendiskriminasi perempuan.

"Akan didorong dan diperjuangkan soal regulasi itu. Karena masih banyak kritik soal produk regulasi yang membuat perempuan menjadi korban," ujar Maman.

Lakukan edukasi
Pendiri Wahid Institute, Yenny Wahid, mengatakan fokus setiap calon presiden dan wakil presiden pada perempuan sangat penting dilakukan. Tidak hanya saat masa kampanye, tapi juga ketika nanti terpilih. Ia berharap perempuan kian banyak dilibatkan dalam pengambilan keputusan di negara.

"Kepentingan perempuan hanya bisa disuarakan oleh perempuan sendiri. Peraturan UU juga harus dibuat semakin ramah perempuan," ujar Yenny.

Ia mengapresisi pemerintahan Jokowi-JK yang memberikan porsi besar untuk perempuan di kabinet. Di pemerintahan yang akan datang, jika Jokowi kembali terpilih, ia berharap akan semakin banyak perempuan di kabinet.

Ratusan perempuan yang tergabung dalam Perempuan Tangguh Pilih Jokowi (Pertiwi) mendek-larasikan dukungan di Jokowi Center, Jalan Mangunkarsoro, Jakarta, kemarin.

Putri K Wardani, Ketua Umum Pertiwi, mengatakan deklarasi itu diharapkan makin memperkuat jaringan koalisi yang tergabung dalam TKN untuk memenangkan pasangan nomor urut 01.

"Kami sudah ada banyak anggota. Ibu-ibu tangguh berbagai daerah dan ada juga di luar negeri," ujar Putri. (P-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More