Skybridge Berubah, Biaya Membengkak

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Sabtu, 17 Nov 2018, 09:46 WIB Megapolitan
Skybridge Berubah, Biaya Membengkak

ANTARA/Muhammad Adimaja

PT KERETA Api Indonesia (KAI) dan Pemprov DKI akhirnya mencapai kesepakatan untuk melanjutkan pembangunan jembatan multiguna (skybridge) Stasiun Tanah Abang-Blok G. Kesepakatan itu berdampak pada membengkaknya biaya pembangunan jembatan itu akibat adanya pekerjaan tambahan.

Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya (PSJ) Yoory C Pinontoan mengakui anggar­an pembangunan jembatan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat, bakal membengkak. Sebab, ada beberapa fasili­tas tambahan yang dikerjakan pascakoordinasi PSJ dengan PT KAI terkait integrasi dengan Stasiun Tanah Abang.

Namun, Yoory mengaku belum menghitung besaran pembengkakan anggaran itu. Mulanya pembangunan skybridge Tanah Abang dianggarkan sebesar Rp35,8 miliar. Menurut Yoory, pembengkakan anggaran itu tidak akan signifikan. “(Pembengkakan) belum dihitung. Enggak ba-nyaklah. Pasti kita juga kan mencari terobosan supaya lebih efisien,” ujar Yoory di Jakarta kemarin.

Salah satu fasilitas tambah­an yang harus dikerjakan di skybridge ialah pengadaan toilet. Ini merupakan permintaan PT Kereta Api Indonesia (KAI), mengingat warga yang bukan penumpang KRL tidak bisa menggunakan toilet di Stasiun Tanah Abang.

“Supaya cepat pengadaan toiletnya, ada smart toilet yang dipakai Trans-Jakarta yang produksi PT Inka. Itu bisa kita pakai, kita taruh di atas skybridge,” ucap Yoory.

Selain toilet, Yoory menyebut ada permintaan PT KAI untuk memindahkan beberapa lapak PKL di skybridge agar tidak terlalu dekat dengan stasiun. Sebab, area itu harus steril untuk arus (flow) penumpang yang akan masuk Stasiun Tanah Abang.

“Mereka (KAI) kan minta begitu masuk ataupun keluar (stasiun), akses harus clear pokoknya. Itu langsung kita bongkar kiosnya, ada enam kios, kita pindahkan ke sisi utara-selatan, masih ada ruang di sana,” tuturnya.

Ubah tata ruang
PT KAI juga harus mengubah tata ruang di area pintu lama Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kepala Daerah Operasi 1 PT Kereta Api Indonesia (KAI) Dadan Rudiansyah mengatakan pihaknya harus mengubah tata letak (layout) bangunan di Stasiun Tanah Abang.

PT KAI akan mengubah letak gate dan loket penumpang KRL yang berada di lantai dua atau pintu lama stasiun tersebut. Pergeseran gate harus dibuat selaras dengan akses penghubung skybridge dengan gedung stasiun. Sebab jika tidak digeser, hall stasiun justru dipenuhi oleh pedagang dan pengunjung skybridge.

“Apabila ini (gate) exisiting tidak digeser, nanti hall di stasiun itu akan dipenuhi oleh para pengunjung dan pedagang dari skybridge. Gate yang ada 13 ini akan maju mendekati area skybridge. Ini kami harus merekayasa lagi,” tambahnya.

Dengan perubahan posisi gate penumpang, KAI juga berencana mengubah letak ruangan kepala stasiun dan tenant yang ada di area pintu lama Stasiun Tanah Abang.

Belum dipastikan apakah perubahan letak ini akan berdampak pada pengurangan jumlah gate. Sebab jika jumlah gate berkurang dikhawatirkan bisa berdampak pada antrean penumpang. Apalagi, Stasiun Tanah Abang tergolong sibuk dengan rata-rata 100 ribu-120 ribu penumpang per hari. (Ssr/J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More