BPBD Klaten Pasang CCTV di Sungai Dengkeng

Penulis: Djoko Sardjono Pada: Sabtu, 17 Nov 2018, 09:40 WIB Nusantara
no-image.jpg

MEMASUKI musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Jawa Tengah, memasang kamera CCTV (closed circuit television) untuk memantau ketinggian air Sungai Dengkeng.

Kamera pengawas dipasang di tiga titik, masing-masing di bantaran Sungai Dengkeng di Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, kemudian Jembatan Jalin di Desa Paseban, dan Bendungan Talang di Desa Talang, Kecamatan Bayat.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Giyanto, mengatakan kamera CCTV terkoneksi dengan komputer di Pusdalops BPBD Klaten. Sehingga perkembangan ketinggian air sungai bisa terpantau.

"Jadi, pemasangan kamera CCTV ialah untuk antisipasi banjir Sungai Dengkeng di musim penghujan ini," jelas Bambang kepada Media Indonesia di BPBD Klaten, Jumat (16/11).

Banjir anak Sungai Bengawan Solo tersebut, lanjut Bambang, perlu diwaspadai. Karena, sungai yang memiliki hulu di Gunung Merapi itu berpotensi meluap di musim penghujan dan mengancam tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Gantiwarno, Wedi, Kalikotes, Bayat, Trucuk, Cawas, dan Karangdowo.

Baca Juga:


Atasi Krisis Air, BPBD Klaten Saluran Bantuan 650 Tangki

Selain banjir, Klaten juga rawan bencana tanah longsor dan angin puting beliung. Karena itu, BPBD meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan sebagai upaya pengurangan risiko bencana.

Kemudian, bencana tanah longsor mengancam Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, lalu Desa Sekarbolo, Kecamatan Wedi, selanjutnya Desa Krikilan, Kecamatan Bayat, dan Desa Burikan, Kecamatan Cawas.

Sedangkan angin puting beliung berpotensi terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Klaten. Karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan.

BPBD pun telah melakukan berbagam macam langkah antara lain menyusun kontijensi dan menyiapkan peralatan kebencanaan, dan pembentukan posko bencana.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More