Inalum Segera Lunasi Saham Freeport

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Sabtu, 17 Nov 2018, 03:30 WIB Ekonomi
Inalum Segera Lunasi Saham Freeport

ANTARA FOTO/Jessica

PT Inalum (persero) telah mengantongi dana US$4 miliar atau sekitar Rp58,4 triliun hasil penjualan obligasi global atau global bond untuk membayar divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia. Namun, transaksi masih menunggu izin usaha pertambangan khusus (IUPK) dan penyelesaian persoalan lingkungan.

“Begitu Kementerian ESDM siap keluarin izin (IUPK), transaksi kita realisasikan. Uang sudah ada,” tegas Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin di Jakarta. Jumat (16/11).

Menurut Budi, setelah pihaknya mengantongi dana segar tersebut, proses pembayaran saham PT Freeport Indonesia ke pemiliknya, Freeport McMoran, akan digelar bersamaan dengan keluarnya IUPK. Hal itu juga dibarengi dengan kesepahaman antara pemerintah dan Freeport menyangkut penyelesaian masalah lingkungan.

“Sama-samalah, seharusnya waktunya berbarengan (pembayaran saham dan IUPK). Freeport mesti diskusi dengan ESDM dan lingkungan untuk bisa menyelesaikan urusan di antara mereka. Nanti kalau udah selesai kita bayar, uang sudah ada,” paparnya.

Budi mengaku sudah siap kapan pun untuk memenuhi keinginan Freeport menyelesaikan transaksi. Namun, hal itu sebaiknya setelah Freeport dan pemerintah menyepakati penyelesai-an persoalan lingkungan. “Sekarang nanyanya mesti ke Pak Tony (Direktur Eksekutif PT Freeport Indonesia Tony Wenas). Gantian, karena di kita sudah selesai dan siap kapan saja transaksi digelar,” pungkasnya.

Seperti diungkapkan Budi, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bambang Gatot Ariyono juga menyatakan proses pembayaran divestasi itu masih menunggu diselesaikannya izin lingkungan. Meski demikian, mengingat sales and purchase agreement (SPA) telah ditandatangi sejak 27 September 2018, ia meyakini seluruh proses pembayaran itu akan rampung November 2018.

Dia juga menegaskan bahwa IUPK, baru akan diterbitkan Kementerian ESDM setelah seluruh proses transaksi divestasi 51% saham selesai.

“Tentunya ada masalah-masalah korporasi itu akan diselesaikan. Kita tunggu (izin) lingkungan, kalau sudah selesai, ya kita terbitkan,” kata Bambang dalam acara  Kementerian ESDM Goes to Campus di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, seperti dikutip Antara, kemarin.

Dipercaya investor
Seperti diwartakan Bloomberg, global bond Inalum yang dicatatkan di Amerika Serikat awal November lalu laku keras. Minat investor untuk membeli obligasi global tersebut membeludak sehingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) 4-7 kali lipat.

“Global bond Inalum yang oversubscribe menunjukkan kepercayaan investor terhadap kinerja yang begitu besar. Investor juga percaya akan masa depan Inalum sebagai perusahaan tambang raksasa yang perlu diperhitungkan dan mampu mengontrol pasar tambang domestik dan mampu melakukan penetrasi global,” terang peneliti pada Alpha Research Database Indonesia, Ferdy Hasiman, kepada Media Indonesia, Jumat (16/11).     

Menurut dia, keputusan Inalum menerbitkan obligasi terbesar untuk kali pertama sangat baik sebagai alternatif pendaan divestasi karena memiliki bunga tinggi dan fix. Hal itu, kata dia, juga merupakan pembuktian terhadap kinerja perusahaan BUMN itu yang memiliki kondisi sehat secara keuangan dan punya kapasitas mumpuni memjadi partner Freeport dalam mengolah tambang Grasberg. (E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More