Media Didorong Kritisi Hasil Survei

Penulis: Nurjiyanto Pada: Jumat, 16 Nov 2018, 21:20 WIB Politik dan Hukum
Media Didorong Kritisi Hasil Survei

Ilustrasi--Thinkstock

ALIANSI Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mendorong agar media dapat mengkritisi setiap hasil survei yang dikeluarkan dalam menghadapi Pemilihan Umum 2019.

Sekretaris AJI Jakarta, Afwan Purwanto, mengatakan lembaga survei membutuhkan media tidak sekadar menyebarkan informasi tentang hasil riset mereka, namun juga bisa mempengaruhi opini publik, yang menjadi salah satu strategi untuk memenangkan klien mereka. Karena itulah, media massa dan lembaga survei menjadi dua entitas yang saling membutuhkan.

Sayangnya, saat ini beberapa media seringkali hanya menjadi corong dari lembaga survei. Media hanya menyajikan informasi yang diterima dari press release, dan kemudian mentah mentah disajikan menjadi sebuah berita.

"Jarangkali media bersikap kritis atas sajian survei yang diberikan, terlebih saat survei tersebut memaparkan tentang tingkat keterpilihan (elektabilitas) kandidat ataupun partai tertentu," kata Afwan kepada wartawan dalam di bilangan Tanah Abang, Jakarta, Jumat (16/11).

Sehingga, Afwan melanjutkan, butuh suatu pedoman dan panduan yang jelas, agar media tetap mampu mengemban amanah sebagai pihak yang netral dan selalu mengutamakan kepentingan publik. Untuk itulah jurnalis dan editor yang biasa menulis hasil survei perlu diberikan bekal pengatahuan tentang metodologi survei, teknik pengambilan sampel, kode etik lembaga survei, dan teknik penulisan.

"Publik sebaiknya tidak sekedar disuguhi angka-angka yang menunjukkan tingkat popularitas dan elektabilitas seseorang atau

partai, tapi lebih jauh dari itu, publik juga sebaiknya diberikan informasi secara utuh bagaimana sebuah proses penelitian itu dilakukan. Dengan begitu, media diharapkan bisa berperan sebagai pencerah dan pendidik, sehingga publik bisa melek politik," kata Afwan.

Dalam kesempatan ini pun AJI Jakarta bekerjasama dengan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) menggelar workshop bagi jurnalis terkait mengkritisi hasil survei agar dapat memberikan bekal kepada para jurnalis dalam menghadapi Pemilihan Umum 2019. Pasalnya, di tahun politik saat ini sudah pasti akan banyak lembaga yang akan merilis hasil survei mereka.

Workshop tersebut dihadiri oleh pemateri yakni Direktur Eksekutif CSIS Philip J Vermonte, Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi, Direktur SMRC Deni Irvani, Anggota Dewan Etik Persepi Prof. Hamdi Muluk dan Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More