Prabowo Dinilai tidak Serius Nyapres

Penulis: Whisnu Mardiansyah Pada: Jumat, 16 Nov 2018, 20:40 WIB Politik dan Hukum
Prabowo Dinilai tidak Serius Nyapres

MI/RAMDANI

CALON Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mulai jarang muncul ke publik. Sebaliknya, wakilnya Sandiaga Uno yang kini lebih sering tampil bersosialisasi.

Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago, berpendapat ketidakhadiran Prabowo di publik bisa ditafsirkan dalam dua perspektif. Pertama, Prabowo masih menyusun strategi untuk memaksimalkan sisa waktu yang masih panjang. Kedua, lanjut Pangi, karena memang Mantan Danjen Koppasus itu tidak serius dalam memenangi Pemilihan Umum Presiden 2019.

"Asumsi saya bisa saja memang Prabowo tidak serius (maju)," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center itu di Jakarta, Jumat (16/11).

Ia menilai majunya Prabowo sebagai capres hanya ingin menyelamatkan Partai Gerindra di Pemilihan Umum Legislatif (Pileg). Pasalnya, secara elektabilitasnya, Prabowo stagnan tidak bergerak.

Pangi menambahkan, Prabowo dan Sandiaga punya kepentingan masing-masing maju di Pilpres mendatang. Prabowo ingin menyelamatkan Gerindra dan Sandiaga ingin berinvestasi untuk kontestasi politik di 2024 mendatang. Karena itulah, pada persiapan Pilpres 2019 terlihat hanya Sandiaga yang sibuk bersosialisasi.

"Bagi Prabowo, kalah pun enggak masalah. Sandi juga enggak ada beban karena itu adalah itu modal buat Sandiaga untuk di 2024,” ungkap Pangi.

Dengan alasan tersebut menurut Pangi maka wajar jika Partai Demokrat tidak all out ikut memenangkan Prabowo-Sandiaga. Demokrat secara terang-terangan lebih mementingkan dan fokus untuk menang di Pileg 2019. Demokrat berpikir pragmatis dan membebaskan kader-kadernya untuk memilih Prabowo atau Jokowi di Pilpres mendatang.

Kendati demikian, dia berharap, jarang tampilnya Prabowo murni karena menunggu momentum. Prabowo menganggap waktu masih panjang dan sedang merancang strategi yang tepat untuk memenangkan pertarungan.

“Ini tidak bagus bagi sistem perpolitikan dan demokrasi di Indonesia,” tutup Pangi. (Medcom/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More