Mahasiswa Ancam Bubarkan Silaturahim Kekhalifahan se-Dunia

Penulis: Antara Pada: Jumat, 16 Nov 2018, 19:53 WIB Politik dan Hukum
Mahasiswa Ancam Bubarkan Silaturahim Kekhalifahan se-Dunia

Thinkstock

MAHASISWA yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Penegak Ideologi Pancasila mengancam akan membubarkan kegiatan Syiar dan Silaturahim Kekhalifahan Islam se-Dunia, jika acara itu tetap akan dilaksanakan.

"Jika kegiatan tersebut tetap diizinkan dan dilaksanakan, kami akan turun langsung ke lokasi dengan menggalang kawan-kawan seluruh Jakarta dan elemen masyarakat dengan jumlah yang lebih besar melakukan perlawanan dan membubarkan acara itu," kata Koordinator Aksi Lapangan, Daud Loilatu, di depan Mabes Polri, Jakarta, hari ini.

Aliansi Mahasiswa Penegak Ideologi Pancasila pada Jumat ini menggelar aksi di depan Mabes Polri dengan tuntutan tidak mengizinkan acara Silaturahim Kekhilafahan Islam se-Dunia yang menurut informasi akan dihelat di Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11).

Menurut para mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta tersebut, acara tersebut merupakan ajang penyebaran paham khilafah yang ditentang 20 negara dengan berkedok di balik nama khalifah dan ajaran Islam.

"Saya orang Islam, tapi saya tidak rela ideologi Pancasila yang sudah disepakati para bapak pendiri bangsa dan para ulama seperti Soekarno-Hatta, KH Wahid Hasyim, KH Wahab Chasbullah dan lainnya berganti oleh ideologi apapun termasuk khilafah yang sudah ditolak di 20 negara," ujar Daud yang mengaku seoran Mahasiswa Hukum Universitas Bung Karno (UBK) tersebut.

Daud menambahkan para ulama yang ikut mendirikan dan membangun Indonesia menyatakan asas negara Pancasila merupakan pilihan final.

"Dan Pancasila dinyatakan tidak bertentangan dengan syariah Islam, sehingga harus diterima sebagai kesepakatan luhur bangsa," ucap Daud.

Aksi Aliansi Mahasiswa Penegak Ideologi Pancasila itu sendiri memiliki empat tuntutan utama yaitu:

1. Menolak Ideologi Khilafah di Indonesia, khususnya di Jakarta dan Juga di daerah-daerah lainnya.

2. Mendesak Pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk segera menolak pertemuan Khilafah Di Masjid Akbar Kemayoran Jakarta Pusat atau tempat lainnya.

3. Meminta pihak kepolisian untuk segera menginstruksikan semua jajarannya agar tidak lagi memberikan izin terhadap kegiatan-kegiatan khilafah di seluruh pelosok negeri.

4. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menolak ideologi khilafah yang hanya merongrong NKRI demi tetap tegaknya NKRI.

Aksi tersebut berjalan dengan tertib dan massa aksi membubarkan diri sekitar pukul 15:30 WIB. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More