Pemkot Medan Terapkan Kiat Khusus Tumbangkan Papan Reklame Ilegal

Penulis: Yoseph Pencawan Pada: Jumat, 16 Nov 2018, 19:10 WIB Nusantara
Pemkot Medan Terapkan Kiat Khusus Tumbangkan Papan Reklame Ilegal

MI/Yoseph Pencawan

SELAMA ini kegiatan penertiban papan reklame ilegal di Kota Medan sering mendapat pengadangan baik dari pihak pemasang papan maupun elemen masyarakat lain. Papan reklame ilegal yang sudah ditumbangkan juga tidak jarang didirikan lagi.

Belajar dari pengalaman tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan, Sumatra Utara, menerapkan kiat khusus dalam melakukan penertiban dan sudah dilaksanakan beberapa waktu terakhir.

Secara garis besar, Satpol PP Medan menerapkan ada dua tindakan. Pertama, melaksanakan kegiatan penertiban pada malam hingga dini hari, dan kedua, memotong papan reklame ilegal bagian demi bagian hingga tidak bisa digunakan lagi.

Seperti yang mereka lakukan Kamis (15/11) kemarin. Tim Gabungan Pemko Medan menumbangkan 10 papan reklame ilegal di sejumlah ruas jalan yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB.

Menurut Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rakhmat Adi Syahputra, ada empat ruas jalan yang menjadi objek pembongkaran. Yakni Jalan Gajah Mada sebanyak 3 unit berukuran 6 m x 12 m, 4 m x 8 m, dan ukuran 4 m x 6 m, serta Jalan Perintis Kemerdekaan sebanyak 1 unit ukuran 4 m x 8 m.
 
Kemudian di Jalan Merak Jingga sebanyak 5 unit berukuran 4 m x 8 m dan 4 m x 6 m serta 1 unit di Jalan Putri Hijau ukuran 4 m x 6 m. Guna mendukung kelancaran pembongkaran, tim gabungan didukung 1 unit mobil crane serta peralatan mesin las.

Sebelum melakukan pembongkaran, tim gabungan terlebih dahulu memutuskan aliran listrik. Setelah itu dilanjutkan dengan membuka materi iklan dan diteruskan dengan pemotongan dengan menggunakan mesin las.

Setelah papan reklame terputus dari tiang utama, mobil crane perlahan-lahan menurunkannya ke atas permukaan jalan yang dilanjutkan dengan 'pencincangan'. Diikuti dengan pemotongan tiang utama hingga rata dengan tanah.

"Pemotongan itu untuk mencegah pengusaha advertising mendirikan kembali di lokasi semula," jelas Rakhmat, Jumat (16/11).

Pembongkaran papan reklame berakhir hingga sekitar pukul 05.30 WIB. Selanjutnya, seluruh material papan reklame yang sudah dibongkar, termasuk tiang utama, dibawa menuju Lapangan Cadika Pramuka di Jalan Karya Wisata. Kemudian digabungkan dengan hasil pembongkaran yang dilakukan sebelumnya.

Di tempat terpisah, sejumlah pengusaha advertising membuka sendiri papan reklame miliknya yang bermasalah. Sebanyak 6 papan reklame itu berada di tiga lokasi berbeda. Yakni di Jalan Gajah Mada sebanyak 1 unit ukuran 6 m x 12 m, Jalan Iskandar Muda ukuran 5 m x 10 m dan di Jalan Merak Jingga sebanyak 4 unit ukuran 4 m x 6 m.

Rakhmat mengimbau seluruh pengusaha advertising agar mengurus izin terlebih dahulu sebelum mendirikan papan reklame. Dia memastikan pihaknya akan terus melakukan penertiban papan reklame ilegal sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

"Sesuai dengan komitmen Wali Kota, penertiban akan terus kami lakukan hingga Kota Medan ini bersih dari papan reklame bermasalah," katanya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More