Pergerakan Tanah Cikadu Ancam 37 Rumah dan Dua Sekolah

Penulis: Benny Bastiandy Pada: Jumat, 16 Nov 2018, 16:30 WIB Nusantara
Pergerakan Tanah Cikadu Ancam 37 Rumah dan Dua Sekolah

MI/BENNY BASTIANDY

PERGERAKAN tanah masih terjadi di Desa/Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pascabencana tanah longsor yang terjadi bersamaan hujan deras, Sabtu (10/11) lalu.

Saat ini pergerakan tanah di wilayah tersebut mengancam 37 unit rumah dan dua bangunan sekolah.

"Setiap hari tanah bergeser sekitar setengah meter. Pergeseran cukup parah terjadi sejak Sabtu hingga Senin (12/11) lalu," kata Camat Cikadu, Wodi Efyana, kepada Media Indonesia, Jumat (16/11).

Dua daerah yang terancam pergerakan tanah berada di Kampung Cigerenem dan Kampung Cisalada. Wodi sudah menginstruksikan warga yang rumahnya terancam pergerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan.

Apalagi saat ini, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, curah hujan masih dalam intensitas tinggi.

"Kalau siang masyarakat masih beraktivitas seperti biasa. Tapi kalau malam, apalagi turun hujan, kami imbau agar mengungsi sementara ke tempat lebih aman," jelasnya.

Pihak kecamatan menyiapkan satu rumah yang sewaktu-waktu bisa digunakan warga sebagai tempat mengungsi sementara. Bahkan 14 kepala keluarga warga Kampung Cisalada sudah mulai mengungsi.

"Kalau sekolah masih bisa digunakan beraktivitas belajar mengajar. Tapi dindingnya sudah mulai retak. Bangunan sekolah yang terancam itu SDN Cigerenem dan SMKN 1 Cikadu," ujarnya.

Bencana tanah longsor pada Sabtu (10/11) lalu juga mengakibatkan dua rumah milik Badru dan Titi rusak berat. Wodi sudah melaporkan kerusakan akibat bencana itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur.

"Tidak ada korban jiwa atau luka saat kejadian longsor pada Sabtu," sebut Wodi.

Baca Juga:

Utara dan Selatan Cianjur Rentan Pergerakan Tanah dan Longsor

Desa Cikadu, yang mengalami pergeseran, memiliki sejarah kejadian serupa pada zaman dulu. Menurut Wodi, pergeseran tanah sebelumnya terjadi pada 15 tahun lalu.

"Kami sudah koordinasi dengan Pemkab Cianjur melalui BPBD. Solusinya kemungkinan ada rencana direlokasi. Cukup rentan juga kalau tak direlokasi. Terutama saat terjadi hujan deras," tukasnya.

Pihaknya pun telah memerintahkan aparatur pemerintahan desa serta warga setempat untuk melakukan patroli malam. Upaya itu dilakukan sebagai tindakan pencegahan terjadinya tanah longsor.

"Kami juga ikut memantau ke lapangan, termasuk dengan personel BPBD".(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More