Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalin di Titik Rawan Banjir

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Jumat, 16 Nov 2018, 16:07 WIB Megapolitan
Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalin di Titik Rawan Banjir

MI/USMAN ISKANDAR

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta memetakan sekitar 305 titik rawan banjir di Jakarta. Dishub akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk merekayasa lalu lintas jika terjadi banjir di titik-titik tersebut.

"Peta kita ada 305 simpul dan ini kita sudah petakan semua wilayah," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Sigit Widjatmoko di Polda Metro Jaya, Jumat (16/11).

Sigit tak menjelaskan secara rinci soal 305 titik tersebut, beberapa di antaranya yakni Cipinang Melayu, Kampung Melayu, Kelapa Gading, Kawasan Tanjung Priok, dan lainnya.

Kerja sama pada titik rawan banjir juga akan melibatkan relawan untuk melakukan rekayasa lalu lintas baik saat penanganan maupun pascabanjir. Sigit pun mengklaim pihaknya telah melakukan survei di beberapa lokasi soal rencana penerapan rekayasa lalu lintas tersebut.

Ada sejumlah hal yang menjadi fokus Dishub dalam rangka rekayasa lalu lintas tersebut. Pertama, soal penyebaran informasi dini kepada masyarakat bila terjadi pengalihan arus, kemudian soal penyediaan kendaraan untuk alat bantu evakuasi dan sebagainya.

Baca Juga:

Tim PKPU Evakuasi Warga Lanjut Usia Terdampak Banjir Jakarta

Untuk kendaraan, sambung Sigit, pihaknya memiliki sejumlah derek serta kendaraan recsue yang digunakan untuk proses evakuasi.

"Di samping juga kita siapkan rambu-rambu portabel untuk pengamanan lalin," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan salah satu yang dilakukan Pemprov DKI dalam rangka antisipasi banjir adalah melakukan rekayasa lalu lintas di titik rawan banjir. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan 450 pompa air untuk disiagakan di titik-titik rawan banjir.

Pemprov DKI juga akan mempercepat pembangunan drainase serta melakukan pengerukan sungai dalam rangka antisipasi banjir.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More