Paket Kebijakan Ekonomi Baru untuk Antisipasi Ekonomi Global dan Defisit Anggaran

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Jumat, 16 Nov 2018, 15:49 WIB Ekonomi
Paket Kebijakan Ekonomi Baru untuk Antisipasi Ekonomi Global dan Defisit Anggaran

Antara

Pemerintah kembali merilis paket kebijakan ekonomi. Paket kebijakan ke-16 ini mengatur tiga komponen utama. Hal itu ialah, fasilitas tax holiday bagi barang baku setengah jadi seperti baja dan besi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, paket ini memuat tentang relaksasi daftar negatif investasi (DNI). Dengan meluncurnya paket kebijakan ini, pemerintah berharap arus investasi semakin kuat.

"Perluasan tax holiday sebenarnya sudah diatur dalam PMK No.35, tapi kita perluas lagi. Ditambah jadi besi, petrokimia seperti poliester, obat, pipa PVC dll. Kemudian kelompok kimia dasar lainnya," ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (16/11). Ia didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia serta Perry Warjiyo dan Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida.

Kebijakan ini memberi kesempatan bagi penanaman modal dalam negeri (PMDN) termasuk UMKM dan koperasi untuk masuk ke seluruh bidang usaha. Sedangkan bidang usaha yang selama ini sudah dibuka bagi Penanaman Modal Asing (PMA) namun sepi peminat, tutur Darmin, pemerintah memberi kesempatan PMA memiliki porsi saham lebih besar.

"Terakhir adalah pengaturan devisa hasil eskpor DHE untuk SDA. Kami pilih satu kelompok saja, yaitu SDA. Karena hasil SDA kan gak impor bahan mentahnya, sehingga dia hasilnya lebih akan positi," tandasnya.

Ia mengakui paket kebijakan ini diluncurkan guna mengantisipasi keadaan ekonomi global. Termasuk perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, kenaikan bungan acuan The Fed.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, masalah defisit neraca transaksi berjalan tak dapat selesai dalam 1-2 kuartal. Selama berpuluh tahun CAD memang defisit.

"Itu tidak jadi masalah kalau pasangannya neraca transaksi modal dan finansial (TMF) baik. Kalau TMF baik, maka Akan menutup CAD. Jadi kita tidak bisa hanya berupaya keras menjawab persoalan CAD. Itu tidak cukup," pungkasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More