Kalah dari Wakil Malaysia, Ikhsan Terhenti di 16 Besar Kejuaraan Dunia Junior

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Jumat, 16 Nov 2018, 10:27 WIB Olahraga
Kalah dari Wakil Malaysia, Ikhsan Terhenti di 16 Besar Kejuaraan Dunia Junior

badmintonindonesia.org

IKHSAN Leonardo Imanuel Rumbay tidak bisa meneruskan perjalanannya di BWF World Junior Championships 2018. Memasuki babak 16 besar, Ikhsan terpaksa menyerahkan kemenangan kepada lawannya, wakil Malaysia, Tze Yong Ng. Unggulan KEdua turnamen itu kalah dua gim langsung, 21-13 dan 21-5.

Ikhsan tidak bisa banyak bicara sejak gim pertama dimulai. Ia terus tampil di bawah tekanan lawan. Memasuki gim kedua, penampilan Ikhsan semakin terkontrol lawan dan kalah jauh dengan 21-5.

“Dari awal saya tidak bisa bermain seperti biasanya. Saya terus berada di bawah tekanan lawan. Saya tidak bisa menyerang seperti biasanya. Di dalam pikiran saya mencoba memperbaiki penampilan saya. Tapi yang keluar terus begitu. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi akhirnya cuma bisa sampai di sini,” jelas Ikhsan kepada badmintonindonesia.org.

Tunggal putra besutan klub Djarum Kudus ini tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Apalagi ini merupakan tahun terakhir ia berlaga di nomor usia junior.

Baca juga: Tunggal Putri Indonesia tidak Tersisa di Kejuaraan Dunia Junior

“Pastinya nggak puas dan kecewa dengan hasil ini. Karena ini junior terakhir saya. Tapi saya nggak boleh terus begini. Saya harus tampil lebih baik lagi di pertandingan berikutnya,” ungkap Ikhsan.

Dengan demikian Indonesia kini tinggal punya satu wakil tunggal putra di babak perempat final. Alberto Alvin Yulianto memastikan diri usai terlibat perang saudara dengan Christian Adinata.

Alvin mengalahkan Christian melalui dua gim dengan 21-19 dan 21-16. Selanjutnya di delapan besar, Alvin akan berhadapan dengan unggulan satu asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More