Tingkatkan Deteksi Dini Kanker

Penulis: (Dhk/H-2) Pada: Jumat, 16 Nov 2018, 10:30 WIB Humaniora
Tingkatkan Deteksi Dini Kanker

MI/PIUS ERLANGGA

UPAYA peningkatan deteksi dini kanker, termasuk kanker payudara, perlu terus dilakukan. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, peluang kesembuhan pasien kanker akan meningkat.

"Biaya yang diperlukan diperlukan untuk terapi dan perawatan kanker mahal, terlebih jika stadium lanjut. Itu bisa menganggu keuangan keluarga. Belanja negara sektor kesehatan pun akan meningkat tajam," kata pemerhati masalah kanker, dr Inez Nimpuno, dalam seminar Millenials Goes Pink yang digelar Yayasan MGP Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, kemarin.

Dia memaparkan, kejadian dan kematian akibat kanker terus meningkat tajam di dunia. Sekitar 70% pasien baru diketahui terserang kanker saat stadium lanjut. Karena terlambat diterapi, peluang kesembuhan mereka pun kecil.

"Kanker ialah penyakit berbiaya mahal, sekali terapi bisa memakan puluhan juta. Itu turut menyumbang defisit BPJS Kesehatan, artinya turut membebani biaya negara."

Inez menambahkan, sejumlah problem kerap dialami penderita kanker. Antara lain, efek samping terapi, juga gangguan psikososial, serta peran dalam keluarga berubah tidak lagi produktif. Meski begitu, dia menegaskan penderita kanker bukan tanpa peluang sembuh. Semakin dini dideteksi, peluang itu semakin besar.

"Karena itu, masyarakat harus well informed untuk bisa deteksi dini. Banyak cara sekarang untuk deteksi dini bisa melalui screening, mamografi untuk kanker payudara, juga deteksi secara mandiri. Penguatan individu dan komunitas juga penting untuk pendampingan bagi yang terdiagnosis kanker," ujarnya.

Pembina Yayasan MGP Indonesia, dr Arif Hamsah, mengimbau masyarakat khususnya kaum perempuan muda untuk menyadari pentingnya memeriksa payudara sendiri guna mendeteksi dini kanker, juga pemeriksaan klinis oleh dokter.

"Kaum muda juga perlu menyeleksi informasi kesehatan yang beredar khususnya di internet dan media sosial agar tidak mudah percaya informasi yang menyesatkan. Dilema saat ini, banyak informasi, tapi juga banyak misinformasi dan hoaks. Misalnya, obat-obat alternatif untuk menyembuhkan kanker. Sebaiknya periksakan ke dokter," ucapnya.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More