Demokrat tidak Dapat Efek Elektoral Capres

Penulis: (Mal/Ins/P-1) Pada: Jumat, 16 Nov 2018, 11:00 WIB Politik dan Hukum
Demokrat tidak Dapat Efek Elektoral Capres

MI/Susanto

PARTAI Demokrat merasa belum perlu mengampanyekan pasangan capres/cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dari survei internal, pasangan ini sama sekali belum memberikan efek elektoral ke Partai Demokrat.

“Kalau ada nilai tambahnya, ini kan persoalan efek mengalir atau tidak suara capres/cawapres yang kita dukung ke tubuh Partai Demokrat. Itulah yang sering dikatakan pengamat cottail effect itu, efek ekor jas,” kata Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon.

Dari survei internal, elektabilitas Partai Demokrat stagnan, sebelum dan sesudah mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo. Pasangan ini hanya mendongkrak elektabilitas Partai Gerindra sebagai pengusung utama.

“Artinya, kalau elektabilitas Prabowo-Sandi sekian begitu, Partai Demokrat yang terbaru 7%-8%. Jadi, tanpa mendukung Prabowo-Sandi pun angka kami sudah segitu dari kemarin,” ujar Jansean.

Jansen meminta Prabowo-Sandi bisa mengalirkan efek elektabilitas mereka ke parpol koalisi pendukung. Bukan saja untuk Partai Gerindra yang otomatis mendapatkan efek ekor jas. “Seharusnya ke Gerindra bagaimana cara kalian atau Prabowo-Sandi menyelamatkan tiga partai lain pendukung kalian,” imbuh Jansen.

Menurut Jansen, fokus pemilu serentak 2019 tertuju ke pilpres bukan pileg. Jadi gerak-gerik capres/cawapres selalu menjadi perhatian publik. Secara otomatis partai pengusung kadernya di pilpres ikut melekat.

Wasekjen Partai Demokrat Putu Supadma Rudana juga menyebut Sandiaga banyak berjanji kepada Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal ini diungkapkan untuk membantah pernyataan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.

“Sekjen Partai Gerindra memberikan informasi yang tidak utuh, tendensius, dan menyesatkan publik, serta berusaha menyeret Komandan Kogasma Partai Demokrat (Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY) pada persoalan yang tidak produktif,” kata Putu.

Muzani sempat menyatakan AHY berjanji mengikuti kampanye paslon 02. Namun, hal itu tak kunjung dilakukan.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More