02 Dikelilingi Individu Negatif

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Jumat, 16 Nov 2018, 10:45 WIB Politik dan Hukum
02 Dikelilingi Individu Negatif

MI/MOHAMAD IRFAN

KETUA Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku punya hubungan baik dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Ia pun mengaku kasihan kepada Prabowo yang dikelilingi individu negatif.

Megawati mengaku tak pernah menghujat Prabowo. Hal ini membuat Prabowo menaruh hormat kepada putri Presiden Soekarno itu.

“Karena saya tidak pernah mengatakan hal yang jelek. Pak Prabowo juga tidak pernah menjelekkan saya,” kata Megawati di hadapan calon anggota DPR dan kader fungsional PDI Perjuangan di DPP PDI Perjuangan, kemarin.

Megawati kasihan melihat kondisi Prabowo kini. Menurutnya, Prabowo dikelilingi individu yang selalu mengkritik pemerintah.

Tapi, kritik yang disampaikan tak bernilai positif. Mereka selalu melihat kesalahan dari pekerjaan yang dilakukan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

“Seakan-akan itu orang yang di lingkungannya selalu menjalankan hal yang buruk, yang mengkritisi pemerintah dengan cara yang menurut saya bukan kritikan positif,” jelas Megawati.

Megawati meminta para caleg dan kader fungsional memberikan sudut pandang berbeda bagi publik. Kader diminta menyampaikan kebenaran untuk membantah kritikan tersebut.

“Kebenaran adalah kebenaran, masa tidak bisa dilihat dengan mata. Kasihan kan kenapa Republik ini dibuat seperti ini. Itu inti pembicaraan saya,” jelas Megawati.

Ketua Umum PDI Perjuang­an itu menegaskan bangsa ini dibangun dengan susah payah oleh tokoh bangsa dan pejuang. Ia tak menerima jika ada pihak yang ingin memecah belah negara kesatuan ini.

“Sepertinya sekarang mau dipisah-pisahkan, diadu domba dengan segala cara. Ya, tentu saya tidak akan bisa menerima," ujarnya.

Megawati juga berbicara soal hoaks. Ia menilai, penggunaan kabar bohong atau hoaks untuk menjatuhkan lawan politik ialah tindakan pengecut.

Menurutnya, penyebar hoaks beraksi sebagai bentuk kepuasan diri untuk memecah belah bangsa.

“Itu kenikmatan untuk diri­nya sendiri. Itu makanya sha­ring (hoaks) semakin lebar. Karena kenikmatan itu menjadi addict, bagaimana cara menjatuhkan orang,” imbuh Megawati.

Data dan fakta
Kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengklaim selalu berkampanye dengan data dan fakta. Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga, menyebut justru kubu oposan yang mengkritik tak sesuai fakta. “Pihak sana (oposisi) tak pernah ngomongin data. Nanti kalau ketahuan salahnya, minta maaf, selesai,” kata Arya.

Menurut Arya, selama ini kubu petahana selalu mencoba menjawab kritikan berbasis data valid. Namun, data-data yang diberikan tak digubris sedangkan narasi cenderung provokatif tetap dilancarkan. Walhasil, kekesalan Jokowi memuncak yang berujung pada keluarnya istilah ‘politik genderuwo’ atau ‘politikus sontoloyo’.

“Jadi diksi genderuwo lebih kepada untuk menjawab ketidakmauan mereka terima data dan tetap ngotot terhadap angka-angka yang kami berikan." (Ins/Pro/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More