Bansos PKH Dicontoh Negara Lain

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Rabu, 14 Nov 2018, 19:03 WIB Humaniora
Bansos PKH Dicontoh Negara Lain

ANTARA

BANTUAN sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) atau Conditional Cash Transfer (CCT) dijadikan praktik terbaik dan contoh bagi negara lain. Pemerintah Nigeria dan 14 negara akan mencontoh program tersebut sebagai upaya penanggulangan kemiskinan.

Sebanyak 20 delegasi Pemerintah Nigeria menyambangi kantor Kementerian Sosial RI guna bisa mengetahui lebih dalam tentang penerapan Program Keluarga Harapan (PKH).

Assistant Project Accountant Negeria Cash Transfer Officer Adam Ibraheem Salisu mengatakan kunjungan kerja dilakukan untuk bertukar informasi terkait CCT di negaranya dan di Indonesia.

“Keberhasilan Indonesia dalam menurunkan angka kemiskinan menarik untuk pelajari bagaimana program ini berjalan,” kata Adam di kantor Kemensos RI, Rabu (14/11).

Karena baru menerapkan CCT selama dua tahun, pihaknya harus belajar dari negara yang sudah sukses menjalankannya, seperti Indonesia yang telah menerapkan program ini sejak 2017.

Selain Nigeria, sejumlah negara telah menerapkan CCT antara lain Indonesia, Brazil, dan Kenya. Dikatakan Adam, masing-masing negara mempunyai kelebihan dalam menjalakan program pengentasan kemiskinan ini.

“Indonesia sebagai negara besar mempunyai infrastruktur CCT yang sangat bagus dan sistem yang baik,” tegasnya.

Baca Juga:

Rekonsiliasi Dana PKH secara Daring

 

Ia mengakui banyak kesuksesan dan kelebihan penerapan PKH Indonesia yang bisa dicontoh. Salah satunya, memiliki tim dan dukungan kebijakan yang sangat kuat dari Pemerintah Indonesia.

 

Sementara itu, Direktur Jaminan Sosial Keluarga Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Nur Pujianto senang mendapatkan kunjungan dari delegasi Nigeria. Pemerintah pun memberikan berbagai penjelasan kepada mereka mengenai penerapan PKH.

“Kita jelaskan semua mengenai penerapan PKH kepada delegasi Nigeria,” tutur Nur Pujianto.

Nur Pujianto mencontohkan salah satu keberhasilan PKH adalah dengan adanya kontrol dan bimbingan ketat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dilakukan oleh pendamping PKH dan Peksos Supervisor.

“Dalam melakukan pengawasan dan bimbingan kepada KPM kita lakukan secara berjenjang dan mereka bertanggung jawab langsung kepada Kementerian Sosial RI,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Nur Pujianto juga menjelaskan bagaimana kerja dan capaian PKH dalam menurunkan angka kemiskinan di Indonesia, seperti pencairan dana PKH tahap III yang sudah mencapai 99,6%.

“Komitmen kami sangat kuat untuk mengentaskan kemiskinan. Hal itu mendorong pemerintah meningkatkan anggaran PKH pada tahun depan. Selain itu, pada tahun ini pencairan tahap III sudah mencapai 99,6%,” lanjut Nur.

Sebanyak 14 negara telah melakukan studi keberhasilan PKH. Mereka antara lain Malaysia, Philippine,Timor Leste, Myanmar, Fiji, Papua Nugini, Vietnam, Mongolia, Korea, Laos, Pakistan, Uzbekistan dan Azerbaijan.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More