Partai Demokrat Benarkan Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Stagnan

Penulis: Henri Siagian Pada: Rabu, 14 Nov 2018, 17:51 WIB Politik dan Hukum
Partai Demokrat Benarkan Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Stagnan

antara

PARTAI Demokrat membenarkan elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno cenderung stagnan.

"Kami menyadari pasangan Prabowo dan Sandiaga sangat mengharapkan bantuan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Mas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menaikkan elektabilitas mereka," kata Juru bicara Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Putu Supadma Rudana dalam pernyataan pers seperti dilansir dari laman www.demokrat.or.id Rabu (14/11).

Di lapangan, lanjut dia, kesukaan dan dukungan rakyat kepada AHY-SBY cukup tinggi. "Jika benar pasangan Prabowo-Sandiaga serius untuk menang, janji-janji yang pernah diucapkannya agar direalisasikan. Bukan janji dibayar dengan janji," tegas Putu Supadma.

Di sisi lain, imbuh dia, AHY juga tengah sibuk turun ke lapangan guna mengonsolidasikan suara Partai Demokrat.

Sebab, berdasarkan berbagai survei, alasan rakyat memilih partai politik karena faktor figur nasional menjadi justifikasi yang cukup kuat bagi AHY rajin turun ke lapangan bersama kader Partai Demokrat. "Jadi prioritas pertama ada pada partai baru kemudian pencapresan," akunya.

Menurut dia, sikap itu tidak hanya dilakukan oleh Partai Demokrat, tetapi juga oleh partai lainnya. Sebab, Pemilu 2019 adalah pertama kali pelaksanaan pemilu dan pilpres berbarengan.

"Sehingga, bagi parpol yang tidak memiliki calon presiden dan wakil presiden harus bekerja keras karena tidak memiliki pengaruh langsung dan efek elektoral," ungkapnya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-22.AH.11.01 tahun 2015 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Pengurus DPP Partai Gerindra seperti yang diunggah di laman Komisi Pemilihan Umum (KPU), www.kpu.go.id, Prabowo Subianto adalah Ketua Umum Partai Gerindra, sedangkan Sandiaga S Uno menjabat anggota Dewan Pembina Partai Gerindra. (A-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More