4 Anggota Polri Mangkir dari Panggilan KPK

Penulis: M. Taufan SP Bustan Pada: Rabu, 14 Nov 2018, 18:45 WIB Politik dan Hukum
4 Anggota Polri Mangkir dari Panggilan KPK

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

EMPAT anggota Polri yang akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus suap mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (14/11).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan penyidik telah mengirimkan surat kepada Kapolri up Kadiv Propam tentang permintaan menghadirkan empat orang anggota Polri tersebut dalam pemeriksaan.

“Sampai sore ini, para saksi tidak datang. Belum diperoleh informasi alasan ketidakhadiran,” terangnya melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (14/11).

Menurut Febri, KPK berencana akan lakukan pemanggilan kembali karena keterangan mereka dibutuhkan dalam penyidikan kasus Eddy. “Surat tentu akan kami sampaikan juga pada Kapolri up Kadiv Propam Mabes Polri,” ungkapnya.

KPK, lanjut Febri, percaya Polri akan membantu pelaksanaan tugas KPK, khususnya untuk pemeriksaan saksi ini. “Koordinasi lebih lanjut akan dilakukan,” tandasnya.

Baca juga: 4 Anggota Polri Diperiksa KPK Sebagai Saksi Eddy Sindoro

Empat anggota Polri itu diketahui pernah menjadi ajudan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Sedangkan Nurhadi sendiri pada Selasa (6/11) telah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Eddy Sindoro dalam penyidikan kasus suap terkait pengajuan Peninjauan Kembali (PK) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Sebagaimana diketahui, Eddy telah menyerahkan diri ke KPK pada Jumat (12/10) setelah sebelumnya sejak April 2016 sudah tidak berada di Indonesia.

KPK sudah menetapkan Eddy Sindoro sebagai tersangka sejak November 2016 lalu. Eddy diduga memberikan hadiah atau janji kepada penyelenggara negara terkait pengurusan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) terkait dengan permohonan bantuan pengajuan Peninjauan Kemabali di PN Jakpus.

Sudah ada dua orang yang menjalani vonis terkait perkara ini yaitu panitera sekretaris PN Jakpus Eddy Nasution dan perantara suap Dody Arianto Supeno. Doddy sudah divonis empat tahun penjara ditambah denda Rp150 juta subsider tiga bulan kurungan, sedangkan Edy Nasution sudah divonis 5,5 tahun penjara ditambah denda Rp150 juta subsider dua bulan kurungan. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More